Bermodal Tanah Sepetak, Pria Ini Dirikan Negara Baru di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera negara-negara anggota PBB di Markas Besar, di New York. Britannica.com

    Ilustrasi bendera negara-negara anggota PBB di Markas Besar, di New York. Britannica.com

    TEMPO.CO , Utah: Seorang pria New York dilaporkan telah membangun negara berdaulat , negara merdeka bernama Zaqistan di sebidang tanhnya yang terpencil di Utah, Amerika Serikat. Zaq Landsberg juga menciptakan bendera kuning dan merah, paspor (tampak) resmi dan gerbang patroli perbatasan yang dijaga robot penjaga raksasa, KSL-TV, melaporkan dikutip dari laman Emirates247.com.

    Dia bahkan menciptakan motto negara Zaqistan: "Ada dari ketiadaan." "Tujuan konseptual adalah saya ingin itu menjadi negara yang nyata," kata Landsberg, mengkalim dirinya sendiri sebagai presiden. "Maksud saya, tujuan itu tidak akan terjadi. Tidak mungkin, tapi melalui gerakan, (saya) mencoba untuk membuat itu terjadi."

    Laman Emirates247.com mengisahkan bahwa saat membeli sebidang tanah tertutup semak di pedalaman Utah satu dekade lalu, Landsberg sempat bingung bagaimana membersihkannya. 'Negara' itu terletak sekitar 60 mil dari kota terdekat dan 15 mil jauhnya dari jalan raya. Ia menyebut itu sebagai daerah yang keras dan terpencil, tapi juga menarik.

    "Di sini, itu bukan ide gila untuk membuat tempat Anda sendiri, melakukan hal yang Anda sukai, memiliki ruang sendiri dan privasi," kata Landsberg, tampak masih ragu untuk mengungkapkan lokasi yang tepat dari Zaqistan karena takut orang-orang berusaha menemukan negara itu.

    Atas statusnya yang sah sebagai pemilil tanah tersebut, Landsberg dikatakan harus membayar pajak properti untuk pejabat di wilayah Box Elder, sekitar 160 mil sebelah utara dari Salt Lake City. Namun dia menganggap itu sebagai upeti. Dia ingin membuat negara kecil itu terlihat sah.

    Ia membuat paspor kelihatan hampir menyerupai asli dan pengunjung, seperti temannya Mike Abu, harus mendapatkan paspornya dicap ibarat hendak masuk atau ke luar negeri. "Legitimasi adalah salah satu hal yang cukup subjektif untuk dimulai," kata Abu. "Tapi ketika kita berbicara tentang hal itu, apakah (negara) itu ada? Tidak ada jawaban tentang itu."

    EMIRATES247.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.