Gempa di Afganistan & Pakistan, Nawaz Sharif Buru-buru Pulang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga korban bencana gempa bumi mencoba membersihkan puing-puing rumah mereka di Jalalabad, Afganistan, (24/4). REUTERS/Parwiz

    Warga korban bencana gempa bumi mencoba membersihkan puing-puing rumah mereka di Jalalabad, Afganistan, (24/4). REUTERS/Parwiz

    TEMPO.CO, Kabul - Gempa bumi yang menghantam tiga negara di Asia Selatan, Afganistan, Pakistan, dan India, menurut sejumlah pejabat kepada media, Selasa, 27 Oktober 2015, mengakibatkan lebih dari 300 orang meninggal.

    Pejabat di kantor Manajemen Bencana Alam menyebutkan jumlah korban tewas di sebelah barat daya Pakistan mencapai 229 orang. "Jumlah keseluruhan korban tewas di Afganistan, Pakistan, dan India mencapai 304 orang," ucapnya.

    Laporan sebelumnya dari pejabat di Afganistan, Pakistan, dan India menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 229 orang. Adapun yang mengalami luka-luka berjumlah ratusan. Menurut pejabat berwenang, sedikitnya jumlah korban tewas di Pakistan 154 orang. Sedangkan pejabat di Afganistan menyampaikan laporan bahwa korban meninggal di provinsi di sebelah timur berjumlah 74 orang.

    Baca juga: 311 Orang Tewas Setelah Gempa Terjang Afganistan dan Pakistan

    Gempa bumi yang terjadi pada Senin, 26 Oktober 2015, dengan kekuatan 7,5, mirip lindu 7,6 yang berlangsung di Kashmir pada 2005, menewaskan 70 ribu orang.

    Wartawan Al-Jazeera, Kamal Hyder, dalam laporannya di Kabal Swat di kawasan Lembah Swat, mengatakan tim penyelamat berupaya keras menuju lokasi paling parah akibat dihantam gempa. Menurut dia, setidaknya 130 orang tewas di Lembah Swat dan sejumlah sekolah terpaksa ditutup karena dikhawatirkan roboh. "Orang-orang berusaha mencari apa yang bisa didapat di antara puing-puing bangunan."

    Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif terpaksa mempercepat kunjungannya di Inggris untuk segera terbang kembali ke negaranya. "Kami akan berusaha melakukan hal yang terbaik untuk mengatasi bencana ini," ujar Sharif.

    Adapun Presiden Afganistan Ashraf Ghani mendesak semua warga negaranya supaya memberikan bantuan semaksimal mungkin. "Saya membutuhkan segenap bangsa Afganistan memberikan bantuan kepada orang-orang yang terkena dampak bencana," tutur Ghani.

    KTLA | AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.