Kesultanan Oman Pilih Anggota Parlemen, Lebih Demokratis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Muscat - Kesultanan Oman menggelar pemilihan umum Majelis Ash-Shura, hari ini, Ahad, 25 Oktober 2015. Ini kali ketujuh Kesultanan mengadakan pemilihan wakil tiap-tiap provinsi di Oman untuk duduk di kursi parlemen.

    Majelis Ash-Shura telah didirikan pada 1991 untuk menggantikan Permusyawaratan Dewan Negara, yang berdiri sepanjang periode 1981-1991. Sultan Qaboos sendiri yang berinisiatif mendirikan Majelis untuk menyeimbangkan kepemerintahannya. Anggotanya dipilih tiap empat tahun sekali. Sebanyak 590 calon memperebutkan 85 kursi di Majelis Ash-Shura.

    Dawood Al Busaidi, Kepala Pemilihan Raya Majelis di Muscat, mengatakan Majelis ini merupakan titik balik sejarah legislatif di Oman. "Saya pikir baru Kesultanan Oman yang menggelar pemilihan suara yang cukup demokratis seperti ini. Warga menentukan sendiri wakilnya untuk membuat kebijakan," kata dia di Media Centre, Muscat, Oman.

    Berbeda dengan pemilihan sebelumnya, Al Busaidi menjelaskan, anggota Majelis yang akan terpilih kali ini memiliki wewenang lebih. Yakni, mereka dapat berpartisipasi dalam penetapan anggaran negara, penentuan prioritas proyek pemerintah, serta meminta pertanggungjawaban menteri dan lembaga pemerintahan lainnya.

    "Nanti, pertanggungjawaban penyelenggaraan Majelis akan dilaporkan oleh Ketua Majelis kepada Sultan Qaboos," ujarnya.

    Setidaknya, ada 611.906 warga Oman yang berhak memberikan suara dan 64 persen merupakan pemilih berumur di bawah 45 tahun. Mereka melakukan pemilihan di 107 tempat pemilihan suara di 61 provinsi di Oman, yang ditutup pada pukul 19.00 waktu Oman.

    "Alhamdulillah, hari ini semua berjalan lancar," kata Al Busaidi. Hanya, menurut dia, jumlah partisipasi pemilih perempuan masih di bawah 30 persen.

    Yang membedakan pemilihan tahun ini dengan pemilihan sebelumnya adalah penggunaan sistem elektronik. Sistem ini digunakan untuk memastikan kesahihan identitas pemilih.

    AMRI MAHBUB (MUSCAT)

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.