Pelayan Toko Ini Bunuh Turis yang Enggan Belanja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO, Hong Kong - Turis asal Cina dibunuh di Hong Kong setelah menolak membeli di sebuah toko perhiasan. Pria dari Heilongjiang bernama Miao, 54 tahun, itu tewas dikeroyok sejumlah pelayan toko perhiasan D2. Gara-garanya, Miao enggan membeli barang yang ditawarkan karena menganggap harganya terlalu mahal.

    "Empat orang ditangkap atas tuduhan pembunuhan setelah diduga mengeroyok seorang turis Cina hingga tewas. Ia dikeroyok karena menolak membeli di toko perhiasan," kata polisi, seperti dilansir Shanghai Daily, 20 Oktober 2015.

    Menurut penyelidikan polisi, Miao menolak melakukan pembelian di toko D2 dan berdebat tentang hal itu dengan pemimpin kelompok tur. Menurut beberapa anggota kelompok tur, empat pelayan toko lantas menyeret Miao keluar dari toko kemudian memukulinya. Korban tergeletak tidak sadarkan diri di jalanan ketika polisi tiba. Saat itu para penyerang telah melarikan diri dari lokasi kejadian.

    Seorang saksi mata yang sekaligus anggota tur menuturkan pemandu wisata mereka juga terlibat. "Pemandu wisata kami telah memperingatkan, jika tidak membeli apa-apa, tiket kami akan dirobek. Kami dipaksa untuk tinggal di toko dari pukul 8 sampai 12, dan kami tidak dibiarkan pergi."

    Seorang saksi juga mengatakan barang-barang yang dijual di toko D2 harganya sekitar delapan kali harga pasar. Saksi lain menyatakan para penjual secara brutal melecehkan pelanggan dalam membeli perhiasan di toko tersebut.

    SHANGHAI DAILY | YON DEMA

    Baca juga:
    Dewie Limpo Terjerat Suap: Inilah 7 Fakta Mencengangkan
    Skandal Suap: Terkuak, Ini Cara Dewie Limpo Bujuk Menteri



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.