Malaysia Adili WNI, Hani Yahya, dalam Kasus Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ahmad Subaidi

    ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Warga Indonesia bernama Hani Yahya Assagaf, 39 tahun,  menjalani persidangan perkara terorisme di Kuala Lumpur, Malaysia, hari ini, Kamis, 22 Oktober 2015. Hani Yahya menjadi orang asing pertama yang dijerat kasus terorisme di negara jiran itu.

    Pejabat kontra-terorisme Malaysia menjelaskan, Hani ditangkap pada  24 September 2015. Hani dituduh terlibat jaringan terorisme Al Qaeda di Semenanjung Arab.

    Hani, seperti lansir Channel News Asia, diadili atas dakwaan terlibat dalam komplotan penyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat, tempat wisata, dan area makan di Jalan Alor, Kuala Lumpur.

    Pada September lalu, Kedutaan AS telah mengeluarkan peringatan kepada warga Amerika di Kuala Lumpur untuk menghindari Jalan Alor setelah menerima informasi ada ancaman serangan teror. Kedutaan Australia di Kuala Lumpur kemudian melakukan hal sama.

    Polisi menyatakan Hani Yahya adalah satu dari tiga tersangka yang ditangkap pada 24 September lalu. Dari tiga orang yang ditangkap, satu di antaranya dilepaskan dan dua lain menghadapi dakwaan di pengadilan, termasuk Hani Yahya.

    MECHOS DE LORCA | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.