Agenda Jokowi ke Amerika versi Dubes AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dubes AS untuk Indonesia, Robert O. Blake, Jr. dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kediamanannya di Jakarta, 3 Februari 2014. Tempo/Natalia Santi

    Dubes AS untuk Indonesia, Robert O. Blake, Jr. dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan di kediamanannya di Jakarta, 3 Februari 2014. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo akan berkunjung ke Amerika Serikat pada 25-29 Oktober mendatang. Selama kunjungannya di negeri Abang Sam tersebut, selain berjumpa dengan Presiden Barack Obama di Washington DC, yang terletak di Pesisir Timur, Jokowi juga akan berkunjung ke Lembah Silikon, alias Silicon Valley wilayah Pesisir Barat atau West Coast.

    Terkait lawatan kenegaraan itu, Duta Besar Amerika Serikat, Robert O. Blake mengadakan konferensi pers di kantornya, Rabu, 21 Oktober 2015.

    “Dari perspektif Amerika, Indonesia adalah negara yang kian strategis tidak saja bagi Amerika tetapi juga bagi dunia,” kata Dubes Blake sambil menyebut Indonesia sebagai negara demokratis berpenduduk Muslim terbesar, anggota G-20 dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil selama 10 tahun terakhir. Tak lupa, Blake menyebut Indonesia sebagai negara ASEAN terbesar dan paling berpengaruh.

    “Peran Indonesia juga kian penting dalam isu global, seperti konterterorisme, misi pasukan perdamaian, migrasi pengungsi, dan perubahan iklim,” kata Blake. Sementara Amerika kini kian menguatkan perannya di Asia Pasifik dan menyeimbangkan peran di Asia.

    Pada hari pertama lawatannya, Senin, 25 Oktober 2015, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden Obama. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Blake memperkirakan mereka akan fokus membicarakan tantangan regional dan global. Seperti peran Indonesia di ASEAN, masalah Laut Cina Selatan, perubahan iklim dan pemberantasan kekerasan ekstremisme.

    Ketika ditanya Tempo, apakah masalah hak asasi manusia akan dibahas, terutama terkait penyerangan  gereja di Aceh Singkil baru-baru ini, Dubes Blake mengaku tidak dapat memperkirakan. Namun dia menegaskan Amerika Serikat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil Presiden Jokowi terkait peristiwa itu.

    Mengenai isu Laut Cina Selatan, Amerika Serikat berharap Indonesia dapat berperan aktif lagi untuk mendorong kesepakatan Tata Perilaku (Code of Conduct) yang sedang dibahas Cina dengan negara-negara ASEAN.

    Selanjutnya, Jokowi dijadwalkan akan berinteraksi dengan para pengusaha Amerika,  memberikan pidato, makan malam yang dituanrumahi Kadin Amerika atau US Chamber of Commerce. Pada Selasa, Jokowi  akan bertemu dengan akademisi dan para pemimpin Kongres AS di Gedung Parlemen.

    Keesokan harinya, Jokowi akan berkunjung ke Silicon Valley dan bertemu dengan para petinggi perusahaan teknologi di sana.

    Menurut Blake, dalam lawatan tersebut sejumlah nota kesepahaman (MoU) untuk memperluas kerja sama di sektor-sektor penting seperti maritim, energi dan pertahanan akan ditandatangani. Demikian pula sejumlah investasi dan kontrak bisnis.

    Dalam lawatan, Dubes Blake juga mengharapkan bahwa Presiden Jokowi akan mengumumkan sikapnya terkait Kemitraan Strategis Transpasifik (TPP) yang ditawarkan Amerika Serikat. Negara tersebut berharap agar Indonesia pada akhirnya ikut bergabung dengan TPP.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.