Pesawat Tak Dikenal Hantam Konvoi Kendaraan ISIS, 40 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua buah ekor bebek melintas di depan bangunan besar yang hancur akibat serangan bom. Rusia tengah gencar melakukan serangan udara, untuk memperlemah kekuatan militan ISIS.  Aleppo, Suriah, 13 Oktober 2015. REUTERS/Hosam Katan

    Dua buah ekor bebek melintas di depan bangunan besar yang hancur akibat serangan bom. Rusia tengah gencar melakukan serangan udara, untuk memperlemah kekuatan militan ISIS. Aleppo, Suriah, 13 Oktober 2015. REUTERS/Hosam Katan

    TEMPO.CO, Hama - Serangan udara dari pesawat tak dikenal menghantam sebuah konvoi kendaraan milik kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan menewaskan sedikitnya 40 milisi di Suriah tengah pada akhir pekan, sebuah kelompok pemantau mengatakan Senin, 19 Oktober 2015.

    Lembaga Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah  yang berbasis di Inggris mengatakan,  serangan itu mengenai iring-iringan yang terdiri atas 16 kendaraan di tengah malam di provinsi Hama.

    Namun Observatorium, yang memonitor perang di Suriah dan dikenal memiliki jaringan sumber informasi di lokasi, belum bisa mengatakan apakah serangan dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur Rusia atau oleh pesawat rezim Suriah.

    "Tapi mereka tidak termasuk dalam koalisi yang dipimpin oleh Washington," kata Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman  seperti dilansir Outlookindia.com. Dia menambahkan sejumlah jenazah milisi ISIS ditemukan hangus terbakar di TKP.

    Abdel Rahman mengatakan konvoi dihantam saat mereka sedang bergerak dari ibukota yang diklaim ISIS, Raqa di Suriah utara ke pedesaan Hama.

    Laman Outlookindia.com mengatakan pesawat pemerintah Suriah hampir setiap hari membombardir pedesaan di timur Hama, wilayah yang ditempati ISIS.

    Sementara itu Rusia, sekutu utama rezim Suriah Presiden Bashar al-Assad, yang diduga melakukan serangan tersebut telah melakukan kampanye serangan udara terhadap ISIS sejak tanggal 30 September.

    OUTLOOKINDIA.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.