Rusia Klaim ISIS di Ambang Kehancuran di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat kapal perang Angkatan Laut Rusia dari Armada Laut Kaspia, frigate kelas Gepard dan korvet kelas Buyan meluncurkan 26 rudal jelajah Kalibr NK (Klub) unntuk menggempur ISIS di Suriah. Rudal tersebut memiliki jelajah hingga 2.500 km. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation

    Empat kapal perang Angkatan Laut Rusia dari Armada Laut Kaspia, frigate kelas Gepard dan korvet kelas Buyan meluncurkan 26 rudal jelajah Kalibr NK (Klub) unntuk menggempur ISIS di Suriah. Rudal tersebut memiliki jelajah hingga 2.500 km. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation

    TEMPO.CO, Moskow - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan berada di ambang kekalahan setelah sebagian besar senjata, kendaraan berat, dan perlengkapan perang mereka hancur akibat serangan udara Rusia.

    Kelompok militan yang menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah itu dilaporkan menjadi sasaran serangan berkelanjutan Rusia sejak hampir tiga minggu lalu.

    "Serangan udara di Suriah menyebabkan kehancuran besar senjata, kendaraan besar, dan perlengkapan perang ISIS. Kelompok itu mengaktifkan semua logistik mereka untuk mengangkut senjata dan minyak dari wilayah Raqqa," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Jenderal Igor Konashenkov.

    Seperti dilansir Express pada 15 Oktober 2015, RT, stasiun televisi yang dibiayai pemerintah Rusia, mengklaim komunikasi ISIS yang disadap menunjukkan Panglima ISIS mengancam mundur, kecuali pasokan senjata tiba.

    Minggu lalu, pejabat intelijen melaporkan, anggota ISIS panik dan melarikan diri dari medan tempur akibat pengeboman oleh pesawat Rusia.

    "Mereka tidaklah seberani yang disangka. Mereka kini ingin menyelamatkan diri," ucap sumber militer Rusia.

    Para pejabat Rusia menuturkan 32 target ISIS lain di Provinsi Idlib, Hama, Damaskus, Aleppo dan Deir ez-Zor terkena bom dan hancur.

    Pemimpin Barat, termasuk Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron, mengklaim serangan Rusia di Suriah memperburuk situasi dan hanya untuk membantu menyelamatkan Presiden Bashar al-Assad.

    Namun Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Barat cemburu dengan kesuksesan negaranya.
    "Mereka memerangi terorisme, tapi hasilnya tidak ada," tutur Putin tentang kritik pemimpin Barat terhadap keterlibatan negaranya di Suriah.

    Putin baru-baru ini dilaporkan bersiap mengirimkan 150 ribu tentara darat untuk menundukkan Raqqa, yang dicanangkan ISIS sebagai ibu kota negaranya.

    EXPRESS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.