Memata-matai Warga, Mantan Presiden Ini Terancam Dipenjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ricardo Martinelli. Wilson Dias/ABr - Agncia Brasil. Wikimedia.org

    Ricardo Martinelli. Wilson Dias/ABr - Agncia Brasil. Wikimedia.org

    TEMPO.CO, Panama - Jaksa Khusus Panama dilaporkan akan menahan mantan Presiden Ricardo Martinelli dengan tuduhan menjalankan jaringan spionase politik ilegal karena selama pemerintahannya menggunakan dana publik.

    Dakwaan itu dilihat Reuters, Rabu, 14 Oktober 2015, seperti dilansir Channel News Asia.

    Jaksa mengatakan Martinelli, 63 tahun, menggunakan uang pembayar pajak dan pegawai pemerintah untuk menjawab panggilan telepon, membaca pesan, serta mengikuti pergerakan aktivis, politikus, anggota serikat, pengacara, dokter, dan kelompok sipil lain.

    "Spionase politik adalah pelanggaran tetap dan sistematis atas privasi dan hak asasi manusia dari Panama," ucap Harry Diaz, hakim yang mengadili Martinelli.

    Namun pengacara pembela, Rogelio Cruz, menuturkan Martinelli tidak bersalah atas semua tuduhan. Dia menggambarkan dakwaan tersebut sebagai hal "gila" dan menyerukan proses terhadap Martinelli "Kafkaesque" (rasa takut pada apa yang tidak terjadi).

    "Dia seorang pria yang tidak bisa membela diri, bahkan dengan seribu pengacara," ujar Cruz.

    Mantan presiden itu dituntut hukuman penjara selama 21 tahun.

    Martinelli, Presiden Panama periode 2009-2014, juga memiliki empat kasus lain di pengadilan tertinggi negara itu, yakni penyalahgunaan dana publik, kejahatan keuangan, penerimaan suap, dan pemberian pengampunan ilegal.

    Taipan supermarket tersebut belum terlihat tampil di publik Panama sejak berangkat ke sebuah acara di Guatemala pada Januari lalu. Media lokal melaporkan, dia saat ini tinggal di Miami.

    CHANNEL NEWS ASIA | MECHOS DE LAROCHA




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.