Megawati Dijadwalkan Bertemu Presiden Xi Jinping

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, memberikan sambutan saat membuka Sekolah Calon Kepala Daerah di Kantor DPP Partai PDI Perjuangan, Jakarta, 28 Juni 2015. Sekitar 70 calon kepala daerah akan dibekali pengetahuan untuk memenangkan Pilkada. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Beijing - Presiden kelima Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri dijadwalkan melakukan kunjungan kehormatan ke Presiden Cina, Xi Jinping, dalam serangkaian kunjungannya ke negara itu pada 12-15 Oktober 2015.

    Politisi partai berlambang kepala banteng dan lingkaran, Andreas Pererira, kepada Antara di Beijing, Rabu, 14 Oktober 2015 mengatakan pertemuan Megawati dan Presiden Xi Jinping bertujuan mempererat hubungan baik antara Indonesia dan Cina yang telah berjalan cukup lama.

    Sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Xi Jinping, Megawati didampingi politisi dan kader PDIP serta kedua putranya, telah melakukan peresmian dimulainya pembangunan Pusat Kerja Sama Indonesia-Cina, "Rumah Soekarno" di Qianhai, Shenzhen, Cina.

    Megawati menyatakan kokohnya hubungan Indonesia dan Cina telah tercatat dalam tinta emas sejarah kedua bangsa. Kunjungan muhibah Laksamana Chenh Ho sekitar abad 15 ke bumi Nusantara, merupakan dasar sekaligus tonggak sejarah yang kokoh bagi hubungan persaudaraan serta persahabatan kedua bangsa, kedua negara.

    Interaksi antarkedua bangsa, dalam konteks jalur sutra, tidak dapat dipungkiri turut memperkaya dan menumbuhkembangkan budaya di kedua negara. Bahkan jauh melampaui batas-batas negara seperti yang telah dikenal oleh generasi ke generasi di Indonesia.

    "Indonesia dan Cina adalah dua bangsa yang memiliki nilai kebudayaan sangat tua dan tinggi. Kita tidak boleh lengah dalam menyikapi setiap berkembangan global yang terjadi. Perkuatan nilai-nilai budaya bangsa harus terus dilakukan, ditumbuhkkembangkan, agar kita tetap mampu menghadapi segala tantangan berat di masa depan, sekaligus memberikan kontribusi maskimal bagi terciptanya perdamaian dunia," kata Megawati.

    Megawati mengatakan eratnya hubungan persahabatan dan persaudaraan Indonesia dan Cina terbukti telah mampu mengatasi berbagai tantangan zaman.

    "Indonesia secara konsisten tetap berpegang teguh pada kebijakan satu Tiongkok atau 'One China Policy', bahkan ketika hubungan kedua negara membeku selama sekitar 20 tahun, Indonesia tetap menjunjung kebijakan itu," ujar Megawati.

    Sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Xi, Megawati juga mengadakan serangkaian pertemuan dengan pimpinan Partai Komunis Cina serta menjadi pembicara dalam salah satu panel bertajuk Political Leadership: New Concensus for Politic Party, pada forum International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) di Beijing.

    Dalam forum yang telah diadakan sejak tahun 2000 tersebut hadir sekitar pimpinan serta politisi sekitar 300 partai politik dari berbagai negara di sejumlah kawasan, khususnya di Asia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.