Andrew Senang Bakal Punya Organ Intim dari Otot Lengan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasangan/bercinta. AP/John Minchillo

    Ilustrasi pasangan/bercinta. AP/John Minchillo

    TEMPO.CO, Manchester - Seorang pria asal Inggris, yang lahir tanpa bagian penting dari anatomi tubuhnya, akan mendapatkan alat vital yang dibangun dari lengan. Andrew Wardle mengaku telah tidur dengan lebih dari 100 wanita meski tidak memiliki penis.

    BERITA MENARIK
    Aneh, Warga Desa Ini Anggap Toilet bak Tuhan, dan Disembah


    Ulama Arab Saudi Serukan Muslim Dunia Jihad Lawan Rusia

    Andrew berharap dokter dapat membuatkan alat kelamin untuknya dari kulit dan otot yang diambil dari lengannya. Seperti yang dilansir laman Independent, Rabu, 7 Oktober 2015 waktu stemepat, Andrew dilahirkan dengan kondisi langka.

    Situasi yang dialami oleh Andrew itu dalam dunia kedokteran disebut kelainan kandung kemih ekstrofi yang menyebabkan kandung kemih tumbuh di luar tubuhnya. Hal tersebut membuat Andrew hanya memiliki testis tetapi tanpa penis.

    BACA JUGA
    Pria Ini Tolak Rp 370 Juta demi Rp 100 Juta untuk Burungnya

    Ulama Arab Saudi Serukan Muslim Dunia Jihad Lawan Rusia

    Meski demikian, Andrew berhasil tidur dengan lebih dari 100 wanita, termasuk kekasihnya sendiri, Fedra Fabian, yang bahkan tidak tahu rahasianya selama satu tahun berhubungan. Usaha Andrew untuk mendapatkan penis akan didokumentasikan jaringan TLC.

    Rencana itu mendapatkan dukungan dari kekasihnya yang mengatakan dia siap 100 persen. "Aku berada di usia di mana aku benar-benar tidak peduli. Karena aku berumur 40 tahun. Aku tidak peduli apa yang orang pikirkan atau lakukan," kata Andrew.

    INDEPENDENT.CO.UK | YON DEMA

    BERITA MENARIK

    CEO: Jika Priv Gagal, BlackBerry Tinggalkan Bisnis Ponsel
    Ahok Setuju Para Koruptor Diampuni, Ini Syaratnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.