Bush Akui Sahkan Program Mata-mata Warga Sipil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Washington: Presiden Amerika Serikat George W. Bush mengakui telah memberi wewenang kepada Badan Keamanan Nasional atau NSA untuk menyadap pembicaraan telepon dan email orang-orang yang dicurigai terlibat terorisme."Saya memberi wewenang kepada Dewan Keamanan Nasional, sesuai dengan hukum dan konstitusi Amerika Serikat," kata Bush dalam pidato khusus melalui radio di Gedung Putih, (18/12).Hasil penyelidikan Komisi 9/11, kata dia, jelas menyebutkan bahwa teroris yang berada di Amerika berkomunikasi dengan teroris di luar negeri sebelum serangan 11 September 2001. Komisi, kata dia, juga menyoroti ketidakmampuan intelijen mengendus hubungan antara teroris di negara itu dan di luar negeri.Menurut Bush, program mata-mata itu sangat penting guna melindungi setiap nyawa warga Amerika. "Orang Amerika mengharapkan saya melakukan apa saja dalam kepemimpinan saya, berdasarkan hukum dan konstitusi kami," tuturnya.Emosi Bush sempat meledak-ledak ketika menyampaikan pidato itu. Dia menuding surat kabar New York Times yang menulis soal ini "membocorkan rahasia negara". Penyadapan tanpa perintah pengadilan ini dianggap melanggar konstitusi Amerika. Apalagi, NSA sebenarnya hanya berwenang memata-matai aktivitas dari luar negeri. AFP/Kurniawan

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.