45 Orang Tewas Saat Berebut Kupon Makanan di India

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Chennai, India: Sedikitnya 45 orang, kebanyakan wanita, tewas terinjak dan lebih dari 50 lainnya luka-luka. Mereka terlibat aksi saling dorong berebut kupon makanan di sebuah pusat bantuan korban banjir, selatan Kota Chennai, India, Minggu (18/12). Sejak subuh sekitar 3.000 orang berbondong-bondong menuju sebuah sekolah negeri yang dijadikan pusat bantuan di ibukota Negara Bagian Tamil Nadu ini. Padahal, loket pembagian kupon baru dibuka pukul 07.30 waktu setempat.Gelombang manusia yang datang tidak putus sebelum fajar menyingsing itu, kata Komisaris Polisi C. Sylendra Babu, disebabkan adanya rumor bahwa ini hari terakhir pembagian kupon. Antrian mengular hingga ke jalan utama kota.Begitu gerbang sekolah dibuka yang dibarengi hujan lebat, mereka serentak merangsek ke depan. Stasiun televisi Zee News melaporkan, mereka berebut maju, sehingga terjadi aksi saling dorong. Sebab, kabar berhembus kupon sudah habis."Begitu pintu gerbang dibuka yang bagian depan tergencet dan terinjak-injak oleh kerumunan orang di belakang," kata Dhanalakshmi yang ikut dalam antrian. "Waktu pembagian kupon akan dimulai tiba-tiba turun hujan deras."Ada kemungkinan jumlah korban masih akan bertambah, kata seorang pejabat polisi. Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Royapettah dan Chennai. Keluarga korban luka dan meninggal melampiaskan amarahnya kepada polisi yang berjaga di rumah sakit. "Pemerintah harus mengambil langkah yang serius," kata Murugesan yang istrinya terluka.Peristiwa itu bukan kali pertama terjadi di Chennai. Pada November lalu, enam orang tewas terinjak dan 20 lainnya luka-luka saat berebut kupon yang bisa ditukarkan beras, minyak tanah, dan uang tunai 2.000 ruppe (sekitar Rp 431 ribu). AFP/Kurniawan

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.