Astaga, Pekerja Seks di Inggris Ada yang Berusia 91 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi. Theglobeandmail.com

    Ilustrasi prostitusi. Theglobeandmail.com

    TEMPO.CO, London - Sebuah penelitian mengungkapkan wanita 91 tahun saat ini masih bekerja di industri seks Inggris. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Birmingham dan Lancaster menemukan rincian individu tersebut dari 27.000 pekerja seks dari direktori online.

    Penelitian tersebut mengungkapkan prostitusi di negara itu kini didominasi oleh pekerja seks pria yang melayani klien perempuan, demikian dilaporkan Birmingham Mail dikutip dari Standard Media, Kamis 8 Oktober 2015.

    "27.000 pekerja seks berusia antara 18 dan 91," kata penelitian. "Sekitar dua pertiga dari database menunjukan pekerja seks pria menawarkan diri pada klien wanita, sementara sekitar satu dari tiga pekerja seks adalah kelompok dari jenis kelamin campuran laki-laki, transexual atau transgender."

    Studi juga, dikutip dari Standard Media, menunjukkan klien wanita kurang bersedia menghamburkan uang saat melakukan transaksi seks, dan pekerja seks laki-laki bertarif lebih rendah daripada pekerja seks perempuan.

    Para peneliti telah menyerukan cara berpikir baru atas seluruh industri seks, menjauh dari stereotip bahwa pekerja seks perempuan adalah korban dan klien pria adalah predator.

    Nicola Smith, seorang dokter dan dosen senior ilmu politik di Universitas Birmingham, mengatakan: "Angka-angka ini menggarisbawahi keharusan menentang prasangka dominan tentang pekerja seks dan klien mereka, yang menutupi realitas kompleks dari industri seks saat ini."

    "Perdebatan tentang pekerja seks komersial perlu melampaui stereotip usang bahwa perempuan adalah objek seks dan pria adalah predator seks," ujarnya.

    Di kesempatan lain, Sarah Kingston, dosen kriminologi di Universitas Lancaster, mengatakan harus ada perdebatan tentang kampanye 'The End', yang menyerukan pemerintah Inggris mengadopsi kebijakan Swedia mengkriminalisasi para pencari kepuasan dan bukan penjaja cinta.

    "Kampanye itu didasarkan pada gagasan bahwa hanya perempuan yang menjual seks kepada laki-laki. Angka-angka terbaru jelas menantang asumsi berpikiran sempit dan menunjukkan sifat kompleks dan banyak wajah dari industri seks," ujarnya.

    STANDARD MEDIA | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.