14 Gajah di Taman Nasional Ini Mati Diracun Sianida

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyusun gading gajah hasil sitaan untuk ditampilkan sebelum dihancurkan di Bangkok, Thailand, Rabu, 26 Agustus, 2015. Otoritas Thailand menghancurkan lebih dari 2 ton gading gajah hasil sitaan untuk menghindari sanksi ekonomi karena gagal meredam peredaran barang ilegal di pasar gelap. AP/Sakchai Lalit

    Petugas menyusun gading gajah hasil sitaan untuk ditampilkan sebelum dihancurkan di Bangkok, Thailand, Rabu, 26 Agustus, 2015. Otoritas Thailand menghancurkan lebih dari 2 ton gading gajah hasil sitaan untuk menghindari sanksi ekonomi karena gagal meredam peredaran barang ilegal di pasar gelap. AP/Sakchai Lalit

    TEMPO.CO , Zimbabwe: Pejabat Taman Nasional Zimbabwe mengonfirmasi 11 gajah telah mati keracunan sianida di Taman Nasional Hwange. Taman yang sama di mana seorang dokter gigi Amerika menewaskan seekor singa pada Juli lalu. Kejadian ini memicu kemarahan internasional.

    Sementara itu, tiga gajah lainnya ditemukan mati diracun di Taman Nasinal Matusadona di Zimbabwe Barat.

    Manajemen Taman dan Margasatwa serta  polisi Zimbabwe mengatakan kepada CNN mereka telah menangkap lima tersangka.

    Seorang sumber di kantor taman nasional mengatakan gajah di Matusadona sengaja diracuni, diduga menggunakan kulit jeruk dicampur sianida. Sementara gajah di Hwange diracuni menggunakan garam dibubuhi racun yang sama.

    Di antara gajah yang mati itu, empat ditemukan dengan gading telah dicabut. Beberapa gajah dikatakan masih berusia sangat muda untuk memiliki gading, yang termuda berusia 3 bulan.

    "Itu adalah cara yang mengerikan untuk mati," kata Carel Verhoef, pemandu profesional Afrika, di Cape Town, Afrika Selatan kepada CNN.

    Sianida adalah racun yang mempengaruhi pernapasan dan fungsi organ tubuh lain dan gajah-gajah itu dilaporkan mati lemas.

    Sumber dari kantor taman nasional membenarkan. Ia menyebutkan burung Hering dan impalas juga ditemukan tewas di tempat kejadian, keracunan sianida.

    Ini bukan pertama kalinya pemburu menggunakan sianida. Pada 2013, sekitar 300 gajah diracun di Taman Nasional Hwange. Pembunuhan atas gajah dipercaya sebagai upaya memenuhi permintaan global akan gading yang diperdagangkan secara ilegal.

    Sianida relatif mudah diperoleh di Zimbabwe karena banyaknya tambang di dalam negeri dan konservasionis mengatakan pemburu lebih suka itu karena suara tembakan akan menarik perhatian para petugas taman.

    Tapi untuk gajah, hewan yang sangat berorientasi keluarga, perburuan memiliki implikasi jauh melampaui trauma fisik.

    "Ini akan sangat mengganggu kawanan dan strukturnya," kata Verhoef.

    Ada sekitar 400 ribu gajah yang tersisa di Afrika. Dan di seluruh dunia, menurut Dame Daphne Sheldrick dari David Sheldrick Wildlife Trust di Kenya pada Juli lalu, gajah mati setiap 15 menit.

    CNN.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.