Malaysia Sebut Indonesia Kurang Serius Tangani Masalah Asap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Pemerintah akan mencabut izin perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran dalam waktu kurang dari satu bulan. ANTARA/Nova Wahyudi

    Foto udara kebakaran hutan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, 18 September 2015. Pemerintah akan mencabut izin perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pembakaran dalam waktu kurang dari satu bulan. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Malaysia mendesak pemerintah Indonesia lebih serius lagi menangani masalah asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia. Malaysia menganggap rencana penanggulangan asap saat ini membutuhkan waktu lama agar dapat berjalan efektif.

    “Kami berterima kasih atas usaha yang sudah dilakukan sekarang. Tapi kami rasa ini akan membutuhkan waktu. Setiap hari, masih ada pembakaran yang dilakukan petani Indonesia,” ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi.

    Zahid menyambut positif komitmen yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo dalam mengupayakan tindakan penanggulangan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

    Hal ini disampaikan Zahid merespons pernyataan Presiden Jokowi yang meminta negara-negara lain bersabar dan memberi waktu kepada Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun Zahid menilai waktu tiga tahun yang diminta terlalu lama.

    “Kita tahu bahwa tindakan yang telah diambil selama ini tidaklah cukup. Buktinya, ini masih saja terus berulang setiap tahun. Kita sudah menghabiskan banyak pengeluaran untuk kesehatan, khususnya penyakit seperti asma,” ucap Zahid.

    Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Malaysia Datuk Seri Wan Junaidi Tunku Jaafar diutus Zahid untuk melakukan negosiasi dengan pemerintah Indonesia terkait dengan langkah strategis penanggulangan yang akan dilakukan kedua negara untuk menyelesaikan masalah tahunan ini.

    GHOIDA RAHMAH | NEW STRAITS TIMES

    Baca juga:
    TNI  & G30 September 1965: Inilah 5 indikasi Keterlibatan Amerika!
    Omar Dani: CIA Terlibat G30S 1965 dan Soeharto yang Dipakai



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.