TRAGEDI MINA, Iran Anggap Kehendak Allah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga meneriakkan slogan dalam aksi memprotes Arab Saudi, pasca Tragedi Mina di Teheran, Iran, 25 September 2015. Tahun 2015 merupakan penyelenggaraan haji terburuk selama 25 tahun terakhir.  REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA

    Ribuan warga meneriakkan slogan dalam aksi memprotes Arab Saudi, pasca Tragedi Mina di Teheran, Iran, 25 September 2015. Tahun 2015 merupakan penyelenggaraan haji terburuk selama 25 tahun terakhir. REUTERS/Raheb Homavandi/TIMA

    TEMPO.CO, Jeddah - Menteri Kesehatan Iran menghargai upaya Arab Saudi mengatasi tragedi kemanusiaan di Mina, Kamis, 24 September 2015, yang mengakibatkan ratusan orang meninggal.

    Hassan Hashimi dalam sebuah pertemuan dengan rekannya dari Arab Saudi, Khalid al-Falih, di Jeddah, Kamis, 1 Oktober 2015, mengatakan, ambulans Kerajaan dan tim kesehatan dibantu pasukan keamanan telah bekerja sangat baik untuk mengirimkan para korban ke sejumlah rumah sakit di sekitar Mina.

    Hashimi menuturkan, insiden Mina di luar kuasa manusia dan memang kehendak Allah. Dia sangat menghargai Kerajaan atas layanannya untuk menyediakan berbagai kebutuhan jemaah haji setiap tahun, "Saat ini Kerajaan dirundung kesulitan," ucapnya.

    Para pihak di Kerajaan setuju dan sepakat sesegera mungkin memulangkan jemaah haji Iran yang meninggal akibat tragedi Mina serta memberikan bantuan perawatan bagi jemaah yang dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

    Sementara itu, Al-Falih atas nama Kerajaan Arab Saudi dan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman menyampaikan ucapan belasungkawa kepada rakyat Iran atas meninggalnya jemaah. "Kerajaan ingin bekerja sama dengan pemerintah Iran untuk menangani masalah ini," ucap Al-Falih.

    Pernyataan Menteri Kesehatan Iran itu disampaikan di tengah meningkatnya kritik terhadap Kerajaan Arab Saudi mengenai penanganan tragedi Mina yang menyebabkan ratusan jemaah Iran tewas.

    ARAB NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.