AMERIKA DITEROR: Ada Pesan Sebelum Aksi Penembakan di Oregon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa mengangkat tangannya saat dievakuasi dari lokasi penembakan massal di kampus Umpqua Community College, Roseburg, Oregon, 1 Oktober 2015. Pelaku dipersenjatai dengan tiga pistol dan sebuah senapan panjang AR-15. Michael Sullivan/The News-Review/AP

    Sejumlah mahasiswa mengangkat tangannya saat dievakuasi dari lokasi penembakan massal di kampus Umpqua Community College, Roseburg, Oregon, 1 Oktober 2015. Pelaku dipersenjatai dengan tiga pistol dan sebuah senapan panjang AR-15. Michael Sullivan/The News-Review/AP

    TEMPO.CO, Roseburg - Kepolisian menemukan pesan khusus sebelum penembakan di Umpqua Community College di Roseburg, Oregon, Amerika Serikat. Pesan tersebut dikirim pada malam sebelum aksi penembakan terjadi.

    Pesan itu meminta siswa untuk tak pergi ke sekolah pada esok harinya. "Beberapa dari kalian akan baik-baik saja. Jangan pergi ke sekolah besok jika Anda berada di wilayah barat laut," begitu bunyi pesan tersebut.

    Pesan itu diunggah anonim di laman buletin 4chan. Polisi menduga pengunggah pesan adalah penembak yang saat itu sudah siap melancarkan serangan mengerikan tersebut.

    Dalam aksi penembakan tersebut, sebanyak sepuluh orang tewas dan sekitar 20 orang lainnya terluka. Pelakunya adalah Chris Harper Mercer, 26 tahun, yang mengaku tak beragama dan pengagum Nazi. Polisi menemukan empat senjata di tempat kejadian, termasuk tiga pistol dan satu senapan serbu.

    Saksi mata dalam pembunuhan tersebut mengatakan bahwa sebelum melepaskan tembakan Mercer telah meminta korban untuk menyebutkan agama sebelum menembak mereka yang mengaku sebagai Kristen. Pemuda tersebut akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi.

    Jumat, 2 Oktober 2015, dikutip dari Mirror.co.uk, ayah Mercer, Ian Mercer, kepada wartawan di luar rumahnya mengatakan bahwa ia sangat terpukul setelah mendengar tragedi tersebut.

    "Jelas, itu merupakan hari yang menghancurkan. Menghancurkan bagi saya dan keluarga saya," kata Ian Mercer.

    "Saya terpukul seperti semua orang atas apa yang terjadi hari ini. Saya baru saja berbicara dengan polisi dan FBI. Semua rincian yang saya dengar sekarang adalah apa yang sudah Anda ketahui," ujarnya.

    MIRROR.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.