Digosipkan Santap Daging Sapi, Petani Muslim Ini Dibunuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Herwig Prammer

    REUTERS/Herwig Prammer

    TEMPO.CO , Jakarta: Seorang pria di India harus meregang nyawa setelah ia dicurigai telah mengkonsumsi daging sapi, hewan yang disucikan oleh umat Hindu.

    Polisi kemudian menangkap delapan orang dan masih memburu dua lagi, setelah seorang petani yang beragama Islam dibunuh dan anaknya terluka parah akibat dipukul setelah merebak rumor bahwa keluarga itu memakan daging sapi.

    "Ketika tim kami tiba di lokasi kejadian, keluarga tersebut tengah dihakimi massa di luar rumahnya," kata Inspektur senior polisi Kiran S.

    Polisi berhasil menyelamatkan dia dan membawanya ke rumah sakit namun nyawa petani itu tidak bisa diselamatkan.

    Warga Hindu berang setelah sebuah kuil di sebuah desa di Bisara, 45 kilometer dari New Delhi, mengumumkan keluarga itu menyembelih dan menyimpan daging sapi di rumah mereka.

    Rumor bahwa keluarga tersebut makan daging sapi dimulai ketika anak sapi dilaporkan hilang di Desa Dadri.

    Hakim daerah Nagendra Pratap Singh mengatakan, para penganut Hindu garis keras itu menyeret Mohammad Akhlaq, 52 tahun, dan anaknya keluar dari rumah mereka dan memukul korban dengan kayu dan batu.

    Seperti dilansir Daily Mail, Rabu, 30 September 2015, Akhlaq kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat sementara anaknya yang berusia 22 tahun kini tengah dirawat karena terluka parah.

    Sementara putri Akhlaq, Sajida, mengatakan keluarganya memiliki daging kambing di lemari es dan bukan daging sapi. Daging tersebut kini dilaporkan telah dikirim untuk pengujian.

    Membunuh sapi dilarang di banyak negara bagian di India, negara dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu. Selain mayoritas Hindu, India juga memiliki penduduk yang beragama Islam, Kristen, dan Budha minoritas yang juga cukup besar.

    Sejak Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa tahun lalu, penganut Hindu garis keras mendesak India melarang penjualan daging sapi.

    DAILY MAIL | YON DEMA

    Baca juga:

    EKSKLUSIF G30S 1965: Saat Aidit Sembunyi di Balik Lemari

    Kisah Salim Kancil Disetrum, Tak Juga Tewas: Inilah 3  Keanehan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.