Enam Pembajak Pesawat Kuba Ditangkap di Amerika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Pejabat berwenang Amerika serikat (AS) berhasil menangkap enam orang pembajak pesawat DC-3 milik Cuba Airline, pada Rabu (19/3) malam. Menurut Jurubicara Biro penyelidik federal AS (FBI) Judy Orihuela, keenam pembajak yang menodongkan pisau terhadap 35 penumpang berhasil dipaksa untuk mendaratkan peswat di Florida. Itu adalah pengepungan yang damai, kata dia. Akhirnya pesawat berbaling-baling dengan mesin ganda tersebut mendarat di Key wst, hanya 150 kilometer (93 mil) dari Kuba. Para pejabat menyatakan, pesawat tersebut dicegat sejumlah jet tempur F-15 di atas perairan internasional dalam penerbangannya menuju AS. Dua jet membayangi pesawat itu sampai mendarat di key West, kata Letnan Kolonel Barry venable, Juru Bicara Komando Pertahanan Udara Amerika Utara. Lebih lanjut diungkapkan, pesawat tersebut tertangkap radar pengontrol lalu lintas udara di Miami. Menurut pihak berwenang penerbangan Kuba, pesawat itu bermaksud melakukan penerbangan dari Isle of Youth menuju Havana. Pihak berwenang Kuba mengklaim, rencana pembajakan tersebut didalangi oleh Kepala Seksi kepentingan AS di havana, James Cason. Sebelum mendarat, pilot DC-3 telah mengadakan kontak dengan menara pengawas di Bandara Key West, berdasarkan pengakuan Robert Gray, yang mendarat beberapa menit terlebih dahulu. Dia berbicara dalam bahasa Inggris dan menanyakan cara untuk melarikan diri, kata dia. Aksi pembajakan tersebut merupakan yang ketujuh kalinya terjadi atas pesawat milik pemerintah Kuba dalam dekade terakhir. Pada Nopember lalu, pihak berwenang AS memaksa sebuah pesawat dengan enam penumpang mendarat di bandara Key West. Para penumpang beserta awaknya sempat ditahan. Namun kemudian mereka memperoleh hak asilum setelah pihak berwenang AS memastikan mereka semua memang melarikan diri dari Kuba. Presiden kuba Fidel castro menyebut insiden tersebut sebagai sebuah pembajakan. Faisal --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.