Mahmoud Abbas: Kibarkanlah Bendera Palestina Tinggi-tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mahmoud Abbas mencium bendera Palestina sebelum dikibarkan untuk pertama kalinya dalam upacara resmi di Markas Besar PBB di Manhattan, New York, 1 Oktober 2015. Israel bersama Amerika serikat dan enam anggota PBB lain menolak keputusan pengibaran bendera Palestina dan memprotesnya. REUTERS/Andrew Kelly

    Presiden Mahmoud Abbas mencium bendera Palestina sebelum dikibarkan untuk pertama kalinya dalam upacara resmi di Markas Besar PBB di Manhattan, New York, 1 Oktober 2015. Israel bersama Amerika serikat dan enam anggota PBB lain menolak keputusan pengibaran bendera Palestina dan memprotesnya. REUTERS/Andrew Kelly

    TEMPO.CO, New York - Bendera Palestina dikibarkan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, untuk pertama kalinya, Rabu, 30 September 2015, waktu setempat.

    "Bendera Palestina dikibarkan di Markas Besar PBB, bersama bendera milik negara-negara anggota, untuk menandai 'hari membanggakan' bagi semua rakyat Palestina," kata Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dalam upacara pengibaran di Markas Besar PBB, New York.

    "Ini momen yang bersejarah. Saya katakan kepada rakyat saya di mana pun berada, kibarkanlah bendera Palestina tinggi-tinggi, karena ini adalah simbol identitas kita," ucap Abbas. "Ini hari yang membanggakan."

    Dalam upacara yang dipimpin Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon itu, Abbas menyerukan agar badan dunia tersebut juga memberikan keanggotaan penuh bagi Palestina di tengah kebuntuan proses perdamaian dengan Israel.

    Menurut Sekjen PBB, pengibaran bendera Palestina menjadi simbol pengharapan yang penting.

    Ratusan politikus, diplomat, dan wartawan dari seluruh dunia yang berkumpul dalam rangka Sidang Umum PBB turut hadir dalam pengibaran bendera tersebut.

    Resolusi yang menyepakati pengibaran bendera Palestina di PBB disahkan awal September lalu. Meskipun langkah itu ditentang keras oleh Israel dan Amerika Serikat, yang menolak resolusi.

    RUSSIAN TODAY | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.