TRAGEDI MINA, 78 Jemaah Haji Masih Dicari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    Petugas membawa jemaah haji yang tewas akibat terinjak-injak saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka. REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Mekkah - Kepala Daerah Kerja Mekah Arsyad Hidayat mengatakan ada penambahan jumlah korban jemaah Indonesia yang wafat karena tragedi Mina.

    "Hingga 30 September pukul 02.00 waktu Arab Saudi, jemaah haji Indonesia yang wafat bertambah dari sebelumnya 46 orang menjadi 57 orang," kata Arsyad, dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu, 30 September 2015.

    Arsyad pun melaporkan ada pengurangan jumlah jemaah yang belum kembali ke kelompok terbangnya masing-masing. "Dari data awal dilaporkan sebanyak 89 orang, saat ini menjadi 78 orang," katanya.

    Berikut rincian jemaah haji yang dinyatakan belum kembali ke kelompok terbangnya.

    1. Kloter BTH 14 sebanyak 9 orang

    2. Kloter SUB 48 sebanyak 12 orang

    3. Kloter JKS 61 sebanyak 39 orang

    4. Kloter UPG 10 sebanyak 4 orang

    5. Kloter SOC 62 sebanyak 6 orang

    6. Kloter SUB 28 sebanyak 4 orang

    7. Kloter BPN 5 sebanyak 1 orang

    8. Kloter JKG 33 sebanyak 1 orang

    9. Kloter JKS 21 sebanyak 2 orang

    10. Kloter LOP 9 sebanyak 1 orang

    11. Kloter SUB 34 sebanyak 1 orang

    Arysad dan tim mengaku akan terus berupaya mencari jemaah haji yang masih belum ditemukan. "Kami akan kabarkan kepada keluarga dan kerabat serta masyarakat Indonesia sesegera mungkin," katanya.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.