Pesta Perkawinan di Yaman Dihantam Bom, 131 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota pasukan Houthi, berada di dalam masjid al-Balili setelah ledakan bom saat perayaan Idul Adha di pusat kota Sanaa, Yaman, 24 September 2015. Dalam ledakan dua bom ini menewaskan setidaknya 10 orang dan 36 lainnya luka-luka. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang anggota pasukan Houthi, berada di dalam masjid al-Balili setelah ledakan bom saat perayaan Idul Adha di pusat kota Sanaa, Yaman, 24 September 2015. Dalam ledakan dua bom ini menewaskan setidaknya 10 orang dan 36 lainnya luka-luka. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Sanaa - Sejumlah misil udara dilaporkan menghantam dua tenda di dekat sebuah desa di pelabuhan Laut Merah Mocha, tempat seorang pria simpatisan gerakan Hotuhi melangsungkan pesta perkawinan, Senin, 28 September 2015.

    Akibat bombardir jet tempur di pesta perkawinan tersebut, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa dan media setempat, sedikitnya 131 orang tewas.

    Namun Arab Saudi -pemimpin koalisi memerangi kelompok pemberontak selama enam bulan ini- menolak bertanggung jawab atas insiden mematikan tersebut.

    "Kami meminta kepada semua pihak memperhatikan masalah kemanusiaan," PBB mengutuk tragedi tersebut.

    Sekretaris Jenderal PBB, ban Ki-moon, menekankan bahwa konflik di Yaman tidak bisa diselesaikan dengan cara militer dan hal itu hanya akan menimbulkan masalah penderitaan kemanusiaan serta kehancuran.

    Sekitar 5.000 orang termasuk 2.355 warga sipil telah tewas akibat serangan udara yang dilancarkan sejak 26 Maret 2015 ketika pejuang Houthi dan unit militer aliansi memaksa presiden Yaman kabur ke luar negeri.

    BBC | CHOIRUL AMINUDDIN  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.