Di PBB, Putin: Hanya Assad dan Kurdi Serius Perangi ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Vladimir Putin, bersalaman dengan sejumlah prajurit peserta pelatihan tempur. Dalam kesempatan tersebut Presiden Vladimir Putin mengungkapkan akan terus mendukung Suriah, terutama  Presiden Bashar al-Assad. Orenburg, Rusia, 19 September 2015. Sasha Mordovets / Getty Images

    Presiden Vladimir Putin, bersalaman dengan sejumlah prajurit peserta pelatihan tempur. Dalam kesempatan tersebut Presiden Vladimir Putin mengungkapkan akan terus mendukung Suriah, terutama Presiden Bashar al-Assad. Orenburg, Rusia, 19 September 2015. Sasha Mordovets / Getty Images

    TEMPO.CO, New York - Presiden Rusia Vladimir Putin blakblakan mengkritik upaya internasional mengakhiri kekejaman kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Senin, 28 September 2015.

    Putin, yang baru pertama kali mengikuti sidang umum PBB dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, mengajak PBB membentuk koalisi internasional yang sungguh-sungguh untuk melawan ISIS.  Koalisi ini, kata Putin, dengan mengikutsertakan Presiden Suriah Bashar al-Assad.

    "Menurut kami, kesalahan besar menolak kerja sama dengan pemerintah Suriah dan pasukan bersenjatanya yang secara gagah berani berperang melawan terorisme berhadapan muka dengan muka," kata Putin, seperti diberitakan The New York Times, Senin, 28 September 2015.

    Ia kemudian menegaskan: tak satu pun kecuali pasukan Presiden Assad dan milisi Kurdi yang secara serius dan sungguh-sungguh berperang melawan Negara Islam (ISIS) dan organisasi teroris lainnya di Suriah."

    Untuk itu, menurut Putin, perlu ada resolusi Dewan Keamanan untuk mengkoordinasikan tindakan-tindakan melawan kelompok teroris seperti Negara Islam (ISIS).

    Putin merupakan pendukung setiap Assad yang didongkel kekuasaannya oleh musuhnya. Putin menunjukkan dukungan rilnya dengan memperbesar bantuan militer kepada pasukan Suriah melawan ISIS dan kelompok pemberontak bersenjata lainnya yang berusaha menjatuhkan rezim Assad.

    Dalam kurun waktu seminggu, seperti dilansir dari The New York Times, 21 September 2015, Moskow telah mengirimkan selusin pesawat tempur SU-24 Fencer dan selusin pesawat Su-25 Frogfoot dengan kemampuan menyerang dan menjatuhkan pesawat-pesawat.

    Sejumlah pesawat tempur terbaru Rusia dan sejumlah sistem pertahanan udara telah dikirim. Peralatan itu ditempatkan di dekat rumah Bashar al Assad. Pesawat-pesawat itu dilindungi oleh sedikitnya dua hingga tiga SA-22, sistem antipesawat tempur, dan Predator tanpa awak seperti drone pengintai.

    THE NEW YORK TIMES | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.