Jepang Siapkan Rp 12 Triliun untuk Pengungsi Suriah dan Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) tersenyum dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Taro Aso selama sesi pleno untuk mengecam gerak kabinetnya di Tokyo, Jepang, 18 September 2015. REUTERS

    Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (kanan) tersenyum dengan Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Taro Aso selama sesi pleno untuk mengecam gerak kabinetnya di Tokyo, Jepang, 18 September 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Tokyo - Jepang akan menyediakan dana US$ 810 juta atau sekitar Rp 12 triliun (dengan kurs rata-rata Rp 12 ribu/dolar AS) untuk mengatasi krisis pengungsi Suriah dan Irak. Kabar tersebut disampaikan televisi NHK, Senin, 28 September 2015. "Perdana Menteri Shinzo Abe diharapkan mengumumkan bantuan baru tersebut ketika dia berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa, 29 Sepember 2015," NHK melaporkan.

    Meski demikian, belum bisa dipastikan apakah Jepang akan membuka pintu suaka bagi pengungsi Suriah. Tahun lalu Jepang menerima sebelas pencari suaka dari 5.000 lamaran yang diajukan oleh para pengungsi.

    Sebelumnya pada Jumat pekan lalu Menteri Luar Negeri Jepang mengumumkan bahwa negaranya akan menyediakan bantuan senilai US$ 2 juta, atau setara dengan Rp 29 miliar untuk pengungsi Suriah dan komunitas penampungan di Libanon. Jepang juga menyiapkan Rp 29 miliar untuk negara-negara Balkan, seperti Serbia dan Macedonia karena harus menghadapi kedatangan pengungsi.

    REUTERS | AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.