Diplomat Amerika Angkat Kaki dari Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Diplomat AS di Pakistan sedang bersiap untuk angkat kaki meninggalkan negeri itu. Rencananya, dalam dua hari lagi mereka akan hengkang menyusul reaksi keras yang mungkin terjadi atas serangan militer AS ke Irak. Sejumlah (kecil) staf akan tetap dipertahankan disini, kata seorang pejabat kedutaan AS di Islamabad, Kamis (20/3). Pemerintah AS di Washington Rabu malam telah memutuskan untuk memberi izin kepada para diplomatnya yang memiliki tugas tidak terlalu mendesak maupun staf inti lainnya untuk meninggalkan Pakistan (voluntary departure). Izin itu diberikan sebagai tindakan berjaga-jaga mengantisipasi arus reaksi kebencian terhadap warga AS berkaitan dengan aksi militer di Irak. Waktu keberangkatan dan jumlah diplomat yang dijadwalkan segera meninggalkan Pakistan masih dirahasiakan. Departemen Luar Negeri AS telah memberikan kewenangan bagi staf kedutaan maupun konsulat AS yang keberadaannya tidak terlalu mendesak untuk meninggalkan negara yang bersangkutan, kata seorang juru bicara wanita kedutaan. Mereka diizinkan untuk pergi setiap saat. Terpisah dari upaya yang dilakukan untuk memperketat penjagaan terhadap kantor kedutaan di Islamabad, pemerintah AS juga telah megoperasikan konsulatnya di Karachi, kota pelabuhan di Selatan Pakistan. Kantor konsulat ini telah menjadi target dari dua serangan mematikan dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Sebuah bom mobil bunuh diri di luar kantor konsulat di Karachi telah menewaskan 12 warga Pakistan pada 14 Juni lalu, dan seorang bersenjata telah menembak mati dua polisi lokal yang sedang bertugas menjaga kantor konsulat itu pada 28 Februari. Pengoperasian kembali juga dilakukan terhadap kantor-kantor konsulat di Peshawar dan Lahore. Ketiga kantor konsulat itu sebelumnya ditutup untuk pelayanan umum selama beberapa bulan. Pada kantor kedutaan di Islamabad sendiri dua gerbang baja yang menjulang minggu ini telah ditambahkan melengkapi barikade beton yang melindungi lingkungan diplomatik itu. Di samping itu juga telah ada tempat pemeriksaan yang dilengkapi dengan pengawalan bersenjata di luar kedutaan. Di Karachi, polisi setempat menutup seluruh akses jalan yang menuju kantor konsulat dengan menggunakan trailer dari beton untuk untuk menghindari aksi teror. Kami telah memperkuat semua penjagaan itu pagi ini setelah AS menyerang Irak untuk mengantisipasi segala kemungkinan sabotase di Karachi, kata Kepala Operasi Kepolisian setempat, Tariq Jamil. Deplu AS juga menganjurkan kepada seluruh warga AS di Pakistan untuk keluar dari negeri itu. Warga AS di Pakistan harus waspada dan melakukan inisiatif untuk memelihara keselamatan mereka sendiri, bunyi pesan itu. Pesan itu juga menyatakan, Peristiwa di Timur Tengah telah meningkatkan kemungkinan adanya aksi teror (di Pakistan). Seperti diketahui, tiga warga AS berada diantara 74 korban tewas akibat aksi kekerasan oleh kelompok Islam militan di Pakistan sebagai reaksinya atas serangan yang dipimpin AS terhadap Afghanistan akhir 2001 lalu. Jurnalis asal AS, Daniel Pearl, diculikan dan dibuuh di Karachi, dan seorang isteri diplomat AS beserta anak tirinya menjadi korban dalam sebuah bom bunuh diri yang terjadi di sebuah gereja di Islamabad. Wuragil --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.