131 Jemaahnya Tewas, Iran Marah ke Saudi, Bentuk Komite  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran Hassan Rouhani. ANTARA FOTO/AACC2015

    Presiden Iran Hassan Rouhani. ANTARA FOTO/AACC2015

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Iran bereaksi keras atas tragedi Mina yang telah menewaskan lebih dari 700 orang dan merupakan bencana terburuk dalam penyelenggaraan haji selama 25 tahun. Hingga Jumat, 25 September 2015, jumlah jemaah haji Iran yang tewas mencapai 131 orang.

    Ratusan demonstran membawa foto-foto tumpukan mayat yang beredar di media sosial untuk memprotes penanganan haji oleh pemerintah Arab Saudi. Tragedi ini memang telah mencoreng citra Kerajaan Saudi. "Matilah dinasti Saudi!" teriak para demonstran.

    Televisi pemerintah Iran menyatakan para demonstran ini kesal karena Saudi tak mampu mengatur pelaksanaan haji dengan baik. "Dunia tidak akan menerima alasan seperti cuaca panas atau peziarah yang tak mengikuti aturan," kata seorang khatib salat Jumat di Teheran, Mohammed Emami Kashani, seperti dikutip kantor berita Fars.

    Presiden Iran Hassan Rouhani, di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB, juga bereaksi setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyalahkan Arab Saudi terkait dengan insiden Mina. "Saya meminta pemerintah Arab Saudi bertanggung jawab atas bencana ini dan memenuhi tugas hukum dan Islam-nya dalam hal ini," ujar Rouhani dalam sebuah pernyataan. Pemerintah Iran telah menyatakan hari berkabung nasional digelar selama tiga hari.

    Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian juga mengumumkan sebuah komite telah dibentuk untuk menyelidiki insiden itu.

    Adapun Raja Saudi Salman memerintahkan untuk meninjau rencana haji. Menteri Kesehatan Khalid al-Falih mengatakan penyelidikan akan dilakukan dengan cepat dan terus memperbarui data korban luka dan tewas.

    REUTERS | EKO

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.