Wow, Kafe Kematian Mau Buka Cabang, Tertarik Beli Sahamnya?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Death Cafe. Mirror.co.uk

    Death Cafe. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, London - Seorang pria di London, Inggris, mendirikan kafe yang cukup unik dengan konsep yang sangat tidak biasa. Pria itu membangunnya dengan menggunakan konsep kematian. Berdasarkan konsep tersebut, kafenya dijadikan tempat orang berkumpul dan berbicara tentang kematian.

    Jon Underwood, 42 tahun, mantan pekerja pemakaman adalah pria yang meluncurkan proyek crowd funding online untuk usaha barunya tersebut. Dalam Deathcafe.com disebutkan bahwa Death Cafe menjadi tempat orang berkumpul untuk makan kue, minum teh, dan mendiskusikan kematian.

    "Tujuan kami adalah meningkatkan kesadaran kematian dengan tujuan membantu orang membuat sebagian besar persiapan untuk hidup mereka yang terbatas," ujar dia. Konsep itu dipasarkan secara online. Semua orang dapat menanamkan saham di dalamnya dan dapat membuka cabang di kotanya masing-masing.

    Seperti yang dilansir laman Mirror, sejauh ini telah terdapat lebih dari 2.000 Kafe Kematian di 30 negara. Underwood menjelaskan, pendirian kafe itu merupakan momen yang tepat untuk menawarkan tempat di mana orang bisa datang untuk terlibat dengan kematian.

    "Semakin banyak orang mengekspresikan dukungan dan terlibat, Death Cafe London berkomitmen untuk memungkinkan semua orang, terutama individu dengan identitas terpinggirkan, dengan aman membeli saham, bekerja, menggunakan, dan membentuk usaha," kata Underwood.

    Saham di perusahaan publik tersebut akan dijual dengan harga 50 poundsterling pada saat mulai dijual pada 19 Oktober 2015 mendatang.

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.