TRAGEDI MINA: Saksi Mata Anggap Polisi Saudi Tak Sigap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa jemaah haji yang menjadi korban saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

    Petugas membawa jemaah haji yang menjadi korban saat menuju tempat pelemparan jumrah di Mina, 24 September 2015. Total korban yang tewas akibat tragedi ini mencapat 719 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

    TEMPO.CO, Mina - Para saksi tragedi Mina menyalahkan pemerintah Arab Saudi, terutama terkait polisi yang tak berpengalaman. Ketika musibah tersebut terjadi, polisi Saudi tak sigap mengatasi kejadian yang mengakibatkan 717 korban jatuh.

    Ahmed Abu Bakr, jemaah asal Libya, 45 tahun, mengatakan ketika terjadi kerumunan saat jumrah, polisi telah menutup semua pintu dan hanya menyisakan satu pintu. Ketika korban berjatuhan, polisi yang datang tak sigap mengevakuasi korban. "Mereka bahkan tidak tahu jalan dan tempat-tempat di sekitar sini," kata Ahmed, yang beruntung bisa selamat dari tragedi bersama ibunya.

    Dia pun ikut membantu polisi mengevakuasi para korban. "Saya melihat mayat, orang yang terluka dan sesak napas di depan saya. Kami memindahkan korban-korban itu bersama polisi. "

    Seorang saksi lain, yang mengkritik keras penambahan fasilitas di tempat suci mengatakan meski jumlah polisi cukup besar, mereka tampak tidak terlatih. Mereka juga tidak memiliki keterampilan bahasa untuk berkomunikasi dengan jemaah. (Lihat VideoTragedi di Tanah Suci dalam Tiga Dekade)

    "Mereka tidak memiliki petunjuk bagaimana terlibat dengan orang-orang ini," kata Irfan al-Alawi, salah satu pendiri yayasan penelitian warisan Islam yang berbasis di Mekah. "Tidak ada pengendalian massa."

    Saksi lain, Mohammed Hasan, 39 tahun, calon haji asal Mesir, menyuarakan kekhawatiran bahwa kejadian serupa bisa terjadi lagi. "Anda hanya menemukan tentara berkumpul di satu tempat melakukan apa-apa," katanya.

    THE GUARADIAN | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.