Paus Fransis Ketemu Obama, Ingatkan Perubahan Iklim dan Krisis Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil tua melintas di dekat poster bergambar Paus Francis di Lapangan Revolusi. Rencananya Paus Francis akan mengunjungi Kuba selama 3 hari. Havana, Kuba, 17 September 2015.  Carl Court / Getty Images

    Sebuah mobil tua melintas di dekat poster bergambar Paus Francis di Lapangan Revolusi. Rencananya Paus Francis akan mengunjungi Kuba selama 3 hari. Havana, Kuba, 17 September 2015. Carl Court / Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Paus Fransiskus bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Washington DC, Rabu, 23 September 2015. Sebelum ke Oval Office, ruang pertemuan dengan Obama, Paus Fransis lebih dulu menyapa sekitar 15 ribu orang yang berkumpul di sisi selatan Gedung Putih.

    Ribuan orang sudah antre sejak pagi, untuk masuk di halaman selatan Gedung Putih. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, Paus Fransiskus yang menumpang Fiat 500L hitam, tiba di Gedung Putih. Sorak sorai dan tepuk tangan menyambut rohaniwan 78 tahun itu.

    Di hadapan massa yang tak semuanya beragama Katolik itu, Paus Fransiskus bicara soal perubahan iklim. Tokoh yang terlahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio itu menyebut perubahan iklim adalah masalah besar yang harus diselesaikan. Terutama polusi udara yang mengerikan. "Kita tidak bisa membiarkan masalah iklim ini terbengkalai hingga generasi berikutnya," kata Paus Fransiskus seperti dilansir Reuters.

    Paus Franciscus mengingatkan, perubahan iklim harus segera diatasi karena kini masyarakat hidup dalam momen sejarah yang kritis. Pada kesempatan itu, Paus juga memuji Obama yang peduli terhadap lingkungan hidup selama menjadi orang nomor satu di Gedung Putih. Paus Fransiskus juga mendesak AS untuk membantu mengatasi persoalan imigrasi dan krisis ekonomi dunia.

    Presiden Barack Obama dan Michelle, yang mendampingi Paus berpidato, dalam balutan pakaian serba hitam tersenyum. Obama juga meminta warga Amerika meminimalkan polusi udara, dan mendesak mereka segera beraksi selama masih ada waktu.

    Sebelum memasuki Oval Office, Paus sempat menggelar jumpa pers bersama Obama. Obama berterima kasih kepada Paus karena ikut mendukung normalisasi hubungan AS dan Kuba. Bahkan, sebelum ke AS, Paus lebih dulu singgah ke Kuba dan bertemu Fidel Castro.

    Paus Fransiskus memulai lawatan pertamanya ke Amerika Serikat. Inilah kunjungan pertama pemimpin tertinggi umata Katolik ke Amerika setelah kunjungan Paus John Paul II sekitar 36 tahun lalu. Meski demikian, ini bukan pertemuan pertama Presiden Obama dengan Paus Fransiskus karena keduanya pernah bertemu di Vatikan pada Maret 2014.

    Paus Fransiskus tiba di AS, tepatnya di Pangkalan Udara Andrews, Negara Bagian Maryland, Selasa, 22 September 2015. Dalam lawatan perdananya ke Negeri Abang Sam itu, Paus akan singgah selama enam hari. Dia berencana mengunjungi Kota Washington, Kota New York, dan Kota Philadelphia.

    Begitu turun dari pesawat, Paus langsung disambut hamparan karpet merah. Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, menyambut di ujung karpet. Setelah bersalaman, dua tokoh dunia itu berbincang dan berbagi tawa sebentar. Selanjutnya, Paus dan rombongan beristirahat di Apostolic Nunciature atau kantor diplomatik Vatikan di Washington.

    Paus juga diagendakan untuk menghadiri sesi Kongres Majelis Umum PBB di New York. Selanjutnya, Paus akan melanjutkan lawatannya ke Philadelphia pada Minggu yang ditaksir dapat menarik perhatian 1,5 juta orang.

    Paus Fransiskus akan berbicara di hadapan sidang Majelis Umum PBB Jumat pagi dan melakukan ibadah bersama beberapa pemimpin agama berbeda di Museum World Trade Center serta misa di Madison Square Garden. Selanjutnya, Paus Fransiskus akan bertolak ke Philadelphia dan melangsungkan beberapa acara hingga akhir pekan nanti.

     WDA | AP | REUTERS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.