Suhu Panas di Mina, Jemaah Terpaksa Tinggal di Tenda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aparat kepolisian Arab Saudi berjaga di sekitar Padang Arafah saat dipadati jutaan umat Muslim yang melakukan wukuf sebagai bagian dari Ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. REUTERS

    Sejumlah aparat kepolisian Arab Saudi berjaga di sekitar Padang Arafah saat dipadati jutaan umat Muslim yang melakukan wukuf sebagai bagian dari Ibadah Haji di luar kota suci Mekkah, 23 September 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Mina - Suhu tinggi di Mina, Arab Saudi, memaksa hampir seluruh jemaah berada di dalam tenda mereka pada Selasa, 8 Zulhijah atau 22 September 2015. Seluruh jemaah bersiap meninggalkan Mina menuju Arafah untuk wukuf pada 9 Zulhijah atau Rabu, 23 September 2015.

    Presiden Jenderal Meteorologi dan Lingkungan (PME) meramalkan tekanan suhu udara mencapai 42 derajat Celsius di Mina dan 45 derajat Celsius di Mekah pada Selasa, 22 September 2015. Sementara suhu di Arafah pada Rabu, 23 September 2015, diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius.

    Juru bicara PME, Hussain al-Qahtani, menyarankan para jemaah menghindari berjalan kaki jarak jauh di tempa-tempat suci sebab temperatur suhu saat ini sedang tinggi. Berbicara kepada Arab News, dia mengatakan, "Musim haji tahu ini datang pada September. Itu artinya temperatur di hampir seluruh kawasan Kerajaan, khususnya di Mekah, tinggi. Musim haji tahun depan bertepatan pada pertengahan musim panas."

    Sementara itu, seorang dokter di Departemen Emergency Rumah Sakit Al-Jesser, mengatakan kepada Arab News, rumah sakit menerima satu kasus akibat sengatan matahari diderita seorang jemaah yang datang ke Mina dari Mekah dengan jalan kaki pada Selasa pagi, 22 September 2015, waktu setempat.

    "Kemungkinan kami akan menerima kasus akibat serangan matahari khususnya menimpa jemaah lanjut usia akibat temperatur tinggi di kota suci. Seluruh pusat kesehatan di kota suci telah dimobilisasi untuk menangani kasus ini," ujarnya.

    "Saya rasa kami akan menderita akibat temperatur tinggi di Arafah pada Rabu, 23 September 2015. Namun semua kita serahkan kepada Allah," ucap Abu Hamza, seorang jemaah asal Saudi, kepada Arab News.

    Seorang jemaah dari Sudan, Ahmed Abdul Rahman, mengatakan, "Saya menunaikan ibadah haji pertama kali. Saya nekat melaksanakan haji tahun ini sebelum temperatur mencapai 50 derajat Celsius pada tahun depan karena bertepatan dengan datangnya musim panas."

    Saeed Hamed, jemaah haji dari Yaman yang tinggal di Jeddah, menuturkan, "Suhu tinggi di kota-kota suci adalah alasan utama teman-teman saya di Mekah menyarankan saya menunda rencana keberangkatan saya berhaji. Saya pikir, saya akan menunggu enam tahun lagi bila musim haji tiba bersamaan dengan suhu turun."

    ARAB NEWS | CHOIRUL AMINDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.