Bicara Rasis terhadap Islam, Donald Trump Dirisak Publik AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump. Getty Images

    Donald Trump. Getty Images

    TEMPO.CO, New Hampshire, Amerika Serikat - Bakal calon presiden dari Partai Republik Donald Trump dikecam berbagai pihak lantaran pernyataannya yang rasis terhadap Islam. Pernyataan tersebut berawal dari seorang pria yang bertanya kepada Trump terkait orang Islam sebagai salah satu permasalahan Amerika saat berdialog di Balai Kota Rochester, New Hampshire, Amerika Serikat.

    "Ya, kita semua tahu presiden kita sekarang (Barack Obama) adalah salah satunya (muslim). Anda juga tahu dia bahkan bukan orang Amerika," kata Trump memotong pertanyaan pria tersebut, seperti dilansir dalam StarTribune.com, Minggu, 20 September 2015.

    Trump kemudian tertawa terbahak sembari mempersilakan pria itu melanjutkan pertanyaannnya. Sang pria yang tak disebutkan identitasnya itu pun melanjutkan, "Kita menghadapi kian banyaknya kamp pelatihan di mana mereka (penduduk muslim) ingin membunuh kita. Pertanyaan saya, kapan kita bisa terbebas dari itu?"

    Baca juga:

    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video  
    Bisa Bicara dengan Binatang, Wanita Mampu Prediksi Bencana

     Trump pun meladeninya dengan menjawab," Kita akan mengamatinya dengan cara yang berbeda. Banyak orang yang membahas itu dan berpendapat hal-hal buruk terjadi di luar sana. Kita akan mencermati masalah itu," ujar Trump.

    Sikap Trump itu sangat berbeda dengan Senator John McCain pada pemilu tujuh tahun silam. McCain justru mengabaikan pertanyaan soal rasis dari pendukungnya dan menganggapnya angin lalu. Walhasil, kubu Republik dan Demokrat mengecam Trump habis-habisan.

    "Dia sudah tahu, atau dia semestinya tahu, bahwa apa yang ditanyakan orang itu tidak benar," kata Hillary Clinton, calon kuat dari Demokrat. "Seharusnya dari awal dia mengabaikan pertanyaan penuh kebencian itu."

    Sekretaris pers Gedung Putih Josh Earnest menyayangkan sikap Trump yang tidak menunjukkan patriotisme seperti John McCain. Dia kecewa lantaran Trump tidak berusaha meluruskan pernyataan penanya, tapi justru meladeninya demi meraih suara terbanyak.

    Senator South Carolina Lindsey Graham mencuit komentar sinis kepada Trump via Twitter. "There is a right way to handle these situations and a wrong way to handle these situations, Donald." (Ada cara yang benar untuk mengatasi situasi seperti itu dan ada pula cara yang keliru, Donald).

    Senator Texas dari Republik, Ted Cruz, berkata, "Keimanan Presiden Obama adalah urusan dia dengan Tuhan.

    Sedangkan Gubernur New Jersey dari Republik Chris Christie berkomentar, "Andai ada orang yang berkata seperti itu pada rapat kampanye saya, saya pasti mengoreksinya."

    Bakal calon presiden dari Republik, Jeb Bush, mengkritik Trump lebih halus. "Obama adalah orang Amerika. Dia Kristen. Masalah dia bukan karena dia lahir di sini atau apa keimanannya. Masalah dia adalah dia orang liberal progresif yang mencederai siapa pun yang tidak sepaham dengannya," ujar Jeb Bush.

    DEWI SUCI | STARTRIBUNE

    Baca juga:
    Mau Menikah Bulan Mei, Ini Pengakuan Terus Terang Luna Maya
    Guru Cantik di SMA Mundur Setelah Berpose Tak Patut di Video  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.