Bocah Ini Ditangkap Polisi Hanya Gara-gara Jam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Texas - Ahmed Mohamed hanya ingin mendapat pujian dari gurunya. Tapi remaja 14 tahun itu justru ditangkap dan diborgol polisi. Insiden berbau rasis ini menjadi trending topic sejagat di Twitter, Rabu, 16 September 2015, setelah media massa Amerika Serikat melaporkan bahwa kepolisian Kota Irving, Negara Bagian Texas, menangkap Mohamed gara-gara remaja itu membawa jam yang ia buat ke sekolah.

    Bocah Amerika keturunan Sudan tersebut baru duduk di kelas IX Sekolah Menengah Pertama MacArthur selama beberapa pekan. Bocah jenius yang gemar membuat peralatan sendiri itu hendak memamerkan jam buatannya kepada sang guru. Bukannya bangga atas kemampuan muridnya itu, guru elektronik Mohamed justru khawatir.

    “Dia bilang bagus sekali,” kata Mohamed kepada Dallas Morning News, Rabu. “Tapi ia meminta saya untuk tidak menunjukkannya kepada guru lain.”

    Masalah bagi Mohamed meledak saat jam digital yang dibuatnya berbunyi pada jam pelajaran bahasa Inggris. Sang guru, yang melihat jam itu, menuduh Mohamed membawa bom. Jam tersebut kemudian disita. Kemudian pada jam pelajaran keenam, kepala sekolah menarik remaja itu dari kelas. Rupanya, pihak sekolah langsung memanggil polisi untuk menginterogasi Mohamed.

    “Mereka membawa saya ke sebuah ruangan berisi lima polisi. Mereka menggeledah saya dan bertanya, apakah saya membuat bom. Saya jawab tidak. Tapi seorang polisi menyebut jam saya mirip bom di film,” ucap Mohamed. Ia kemudian digelandang dari sekolah dengan tangan diborgol seperti pelaku kriminal. Ia bahkan tidak boleh ditemani orang tuanya selama interogasi.

    Setelah insiden pada Senin itu, Mohamed diskors selama tiga hari dan masih menghadapi ancaman pidana membuat bom palsu, meski ia berkukuh yang dibuatnya adalah jam. Ayahnya, Mohamed Elhassan, menuding insiden ini terjadi karena islamophobia. “Dia hanya ingin membuat sesuatu yang baik. Tapi, karena namanya Mohamed dan ada peristiwa 11 September, anak saya diperlakukan dengan salah,” tutur sang ayah.

    Laporan Dallas Morning News pada Selasa malam waktu setempat tentang Mohamed sontak membuat jurnalis, pakar teknologi, dan para penemu Amerika murka. Tagar #IstandwithAhmed dan #helpAhmedmake menjadi topik terpopuler di Amerika Serikat hanya dalam hitungan jam. Foto Mohamed dengan kaus NASA dan tangan diborgol pun beredar luas di dunia maya.

    DALLAS MORNING NEWS | NBC-DFW | THE WASHINGTON POST


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.