Pria dan Wanita Berkeringat di Kuburan demi Umur Panjang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berolahraga di lingkungan Pemakaman Umum Warren Hills di Harare, Zimbabwe, 25 Juli 2015. AP/Tsvangirayi Mukwazhi

    Warga berolahraga di lingkungan Pemakaman Umum Warren Hills di Harare, Zimbabwe, 25 Juli 2015. AP/Tsvangirayi Mukwazhi

    TEMPO.CO, Harare - Sejumlah warga Zimbabwe percaya dengan berolah raga di kompeleks pemakaman akan memperpanjang usia mereka. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh Caralone Vumbunu yang meyakini bahwa latihan yang dilakukan di kuburan mampu untuk memperpanjang umurnya.

    Saban pagi, Caralone yang berusia 59 tahun, rela berkeringat-keringat dengan berjalan di kuburan Warren Hills di Harare, ibu kota Zimbabwe. Dia tidak sendirian, pemakaman itu pun menjadi tempat pelatihan puluhan warga lain akibat kurangnya fasilitas olah raga di daerah perumahan di Harare.

    Pukul lima pagi waktu setempat, kuburan itu dipenuhi puluhan pria dan wanita dalam beberapa kelompok yang berlatih rutin. Umumnya mereka dipimpin seorang instruktur. Menurut Caralone, satu-satunya tempat berolahraga dan tidak terganggu adalah di kuburan.

    "Terlalu berisik jika berolahraga di rumah," kata Caralone seperti yang dikutip dari laman New York Post, Jumat, 11 September 2015.

    Sementara itu, Jimmy Jones mulai berolahraga di kuburan setelah pindah dari Mbare, kota miskin di pinggiran di Harare. Namun ia masih beruntung kota miskin tersebut menyediakan stadion, gym, kolam renang, dan ruang publik.

    "Saya sangat mementingkan kecerdasan. Mimpi buruk ketika pindah ke tempat ini, tapi lama kelamaan olahraga di pemakaman bukan masalah besar. Dan ternyata hasilnya memang sempurna," ujar Jones.

    NEW YORK POST | YON DEMA

    Berita Menarik
    Icha Dijemput Ajal Beberapa Jam Selepas Diwisuda
    Polisi Pemerkosa dan Pembunuh Itu Akhirnya Menunggu Maut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.