Tragedi Crane Jatuh: Wanita Ini Ingin Meninggal di Mekah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badai di Mekkah menyebabkan alat berat crane roboh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Jumat (11/9). Beberapa jamaah haji terluka. (Dok. Zulhamdi)

    Badai di Mekkah menyebabkan alat berat crane roboh dan menimpa jamaah haji di Masjidil Haram, Jumat (11/9). Beberapa jamaah haji terluka. (Dok. Zulhamdi)

    TEMPO.CO, Mekkah--Berita duka itu mampir ke Lembang. Salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi robohnya crane di Masjidil Haram, Mekah, adalah warga Desa Cibogo, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Namanya Iti Rasti Binti Darmini, 56 tahun.

    Awalnya, Arbani Sodiq, 31 tahun, belum percaya ibunya menjadi korban. Pasalnya, dalam daftar korban WNI meninggal, tertulis nama Siti Rasti Darminah. "Saya baru tahu tadi pagi dari orang KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji)," ujar Arbani di rumah duka, Sabtu lalu.

    Artikel Menarik:

    Musibah Crane Mekah:  Dialah yang Mesti Bertanggung Jawab

    Keluarga merelakan kepergian Iti. "Kalau sudah takdirnya, ya keluarga ikhlas. Apalagi meninggalnya di Tanah Suci," tutur putra kedua Iti ini. Iti berangkat haji bersama suami, Dustarno, 67 tahun, pada 29 Agustus lalu. Beruntung, saat crane roboh, Dustarno tidak berada di sana. "Kabar Bapak sehat."

    Berita Menarik:
    Geger, Wanita tanpa Baju Beraksi di Muka Imam Diskusi Islam 
    Ayah Ini Membunuh dan Minum Darah Putrinya Agar Kaya

    Iti  sepertinya sudah punya firasat akan meninggal di Tanah Suci. Menurut Arbani, sebelum berangkat, ibunya selalu menceritakan mimpinya. Dia ingin sekali meninggal di Tanah Suci di tengah-tengah ibadahnya. "Mamah selalu bilang ke anak-anaknya kalau Mamah sudah lama kepingin bisa meninggal di sana," tutur dia.

    Mimpi ingin meninggal dunia di Tanah Suci juga sering diucapkan almarhumah setiap kali menghadiri kegiatan pengajian, termasuk kepada guru ngajinya. Tidak hanya itu, perempuan kelahiran Kuningan, Jawa Barat, ini juga menitipkan pesan kepada tiga anaknya, Wiwi Widiani, Arbani Sodiq, dan Iman Nugraha, agar saling menjaga.

    "Sebelum berangkat, Mamah juga titip pesan: sesama saudara harus saling akur menjaga silaturahmi," ucapnya. Dia berharap ibunya bisa mendapatkan pemakaman yang layak di Tanah Suci seperti mimpinya sebelum meninggal.

    Lain lagi dengan keluarga Isnaini Fajariyah asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang belum mendapatkan kepastian bagaimana nasibnya. Hal itu mendorong keluarga meminta bantuan penerawangan paranormal. "Kebetulan adik saya punya kelebihan. Tadi sudah diterawang, kondisi Isnaini baik-baik saja," kata Siti Atiyah, sang kakak.

    Ia mengaku lega. “Tapi kami tetap menunggu kabar dari penyelenggara haji."

    Keluarga tahu bahwa Isnaini menjadi salah satu korban setelah anak tertuanya, Gina Nisrina, membaca data korban di media online. "Terkejut, kok ada nama ibu saya," tutur Gina. Namun ia belum tahu seperti apa luka yang diderita ibunya.

    PUTRA PRIMA PERDANA | MUSTHOFA BISRI

    Baca juga:
    Seru, Giliran Fadli Zon Serang Titik Lemah Menteri Puan
    Ribut Ketemu Novanto Cs: Inilah Disneyland Trump di Bogor 

    Video Terkait:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.