Ledakan Restoran Di India Tewaskan 60 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    TEMPO.CO, New Delhi - Sedikitnya 60 orang tewas dan 50 lain cedera akibat ledakan di Kota Petlawad, Distrik Jhabua, Madhya Pradesh, India, pada Sabtu, 12 September 2015. 

    Polisi awalnya menduga ledakan yang terjadi di kota yang terletak sekitar 800 kilometer sebelah selatan Ibu Kota New Delhi itu berasal dari tabung gas di restoran. Namun, setelah diselidiki, diketahui ledakan itu berasal dari bahan peledak yang disimpan di sebuah rumah yang berdekatan dengan restoran tersebut. Ledakan itu pun menewaskan sebagian besar penghuni restoran.

    Seperti dilansir Indian Express, Seema Alawa, pejabat senior kepolisian Jhabua, mengatakan 25 jenazah telah ditemukan dan dikirim ke rumah sakit. Sebagian besar orang yang menjadi korban tewas dan terluka saat itu tengah menanti sarapan di restoran tersebut.

    “Kami telah menemukan 25 jenazah. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung, dan saya tidak bisa memastikan berapa orang yang terjebak di antara reruntuhan,” ucap Seema.

    Sementara itu, tim dari Nasional Penanggulangan Bencana Force (NDRF) telah dikirim ke Jhabua untuk membantu operasi penyelamatan korban dari runtuhan bangunan.

    "Sebuah tim yang dilengkapi dengan gadget untuk beroperasi dalam reruntuhan telah dikirim ke lokasi ledakan. Tim akan membantu pemerintah daerah dalam operasi pencarian," ujar Direktur Jenderal NDRF OP Singh PTI di Delhi.

    Menteri Utama Madhya Pradesh, Shivraj Singh Chouhan, telah mengumumkan kompensasi bagi para keluarga korban tewas dan perawatan bagi korban terluka. "Ini adalah insiden mengerikan, dan kami akan menyelidiki penyebabnya," tutur Chouhan.

    INDIAN EXPRESS | REUTERS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.