Amerika Tahan 26 "Tahanan Siluman", Termasuk Hambali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York: The Human Rights Watch, organisasi pemantau hak asasi manusia terkemuka, mengumumkan 26 nama "tahanan siluman". Mereka, menurut lembaga itu, ditahan oleh otoritas Amerika Serikat dan ada kemungkinan disiksa di berbagai tempat rahasia.Para tahanan, menurut lembaga itu, dituduh terlibat berbagai aksi terorisme seperti serangan 11 September 2001 di Amerika, pengeboman Kedutaan Amerika 1998 di Kenya dan Tanzania, serta pengeboman Bali pada 12 Oktober 2002. Termasuk dalam daftar nama itu adalah Hambali alias Riduan Isamuddin, pria Indonesia yang ditangkap di Thailand pada Agustus 2003.Hambali yang disebut-sebut sebagai salah satu pemimpin Jemaah Islamiyah, dituduh terlibat serangan 11 September 2001, berbagai pengeboman di Indonesia dan Filipina serta perencanaan teror di Singapura. Ia ditangkap dinas intelijen Amerika (CIA) di sebuah apartemen di Thailand."Mereka ditahan untuk waktu yang tidak terbatas dan dipisahkan sama sekali dari dunia luar, dengan tanpa akses mendapatkan penasihat hukum," demikian laporan lembaga berbasis di New York itu, Rabu (30/11) waktu setempat.Menurut Human Rights Watch, sebagian tahanan disiksa atau mendapatkan perlakuan yang tidak semestinya di dalam tahanan CIA. "Presiden Bush selalu menyatakan akan membawa para teroris ke pengadilan, tapi hingga kini belum ada tersangka yang benar-benar dibawa ke pengadilan," kata John Siton, pemantau perang melawan terorisme.Departmen Luar Negeri Amerika menyatakan akan segera memberi jawaban atas laporan itu. Namun, mereka menolak memberi konfirmasi soal adanya fasilitas rahasia. Mereka hanya menyatakan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan sebagai taktik dalam perang melawan terorisme. AFPInilah sebagian ?Tahanan Siluman" itu1.Ibn Al-Shaykh al-LibiWarga negara Libya, dituduh sebagai komandan kamp pelatihan Al-Qaidah, ditangkap di Pakistan, 11 November 2001).2.Hambali (alias Riduan Isamuddin) Ditangkap pada 11 Agustus 2003 di Thailand. Ia dituduh terlibat membiayai pengeboman di Bali, 12 Oktober 2002, pengeboman Hotel Marriott Jakarta, dan persiapan serangan 11 September 2001 di Amerika.3. Mohamad Nazir bin Lep (alias Lillie, or Li-Li)Ditangkap bersama Hambali pada 11 Agustus 2003 di Thailand. Ia dituduh terkait dengan Hambali.4.Mohamad Farik Amin (alias Zubair)Ditangkap pada Junei2003 di Thailand. Warga negara Malaysia ini juga dituduh terkait dengan Hambali.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.