Paus Frasiskus Sederhanakan Proses Cerai Katolik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah umat mengikuti misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Katedral Manila, Filipinam 16 Januari 2015. AP/Alessandra Tarantino

    Sejumlah umat mengikuti misa yang dipimpin oleh Paus Fransiskus di Katedral Manila, Filipinam 16 Januari 2015. AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO.CO, Vatican - Pemegang kuasa tahta suci Vatikan, Paus Fransiskus, mengeluarkan aturan baru yang secara radikal mempermudah dan mempercepat proses perceraian serta menyederhanakan pernikahan kembali.

    Pemimpin gereja Katolik Roma tersebut mengeluarkan undang-undang baru itu pada Selasa, 8 September 2015. Undang-undang baru ini mengatur bagaimana uskup di seluruh dunia bisa menentukan kapan terjadinya kesalahan mendasar yang membuat sebuah pernikahan tidak sah.

    Dalam ajaran Katolik, umat Katolik harus mendapat izin perceraian dari gereja jika mereka ingin menikah kembali. Tanpa izin itu, umat Katolik yang menikah kembali secara sipil dianggap sebagai pezina seumur hidup, berdosa, dilarang menerima Komuni.

    Proses perceraian gereja telah lama dikritik karena rumit, mahal, dan di luar jangkauan bagi banyak umat Katolik, terutama di negara-negara miskin lantaran keuskupan tidak memiliki pengadilan perkawinan.

    "Dengan dasar hukum ini, Paus Fransiskus kini telah melakukan sebuah perubahan awal yang sebenarnya merupakan reformasi gereja Katolik Roma," kata Monsignor Pio Vito Pinto, Kepala Roman Rota, pengadilan perkawinan gereja.

    Dalam undang-undang baru tersebut, pasangan akan dipermudah proses perceraiannya, termasuk pasangan yang tidak pernah menginginkan pernikahan mereka untuk bertahan atau salah satu pasangan tidak ingin memiliki anak.

    Reformasi terbesar Paus ini adalah prosedurnya dipercepat, yakni selesai dalam waktu 45 hari dan bisa ditangani oleh uskup setempat begitu ada pasangan yang mengajukan cerai.

    Reformasi lain adalah penghapusan banding yang secara otomatis terjadi setelah keputusan pertama dibuat, bahkan jika pasangan itu tidak menginginkannya. Banding masih mungkin, tetapi hanya jika salah satu pihak memintanya. Sebelumnya, proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun.

    Reformasi juga memungkinkan uskup setempat, di tempat-tempat yang biasanya diperlukan pengadilan dan jika hakim tidak tersedia, untuk menjadi hakim sendiri. Atau uskup bisa mendelegasikan penanganan kasus itu kepada seorang imam (pastor) untuk menjadi hakim, dibantu oleh dua asisten.

    TIME | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.