Dua Warga Pamekasan Selamat dari Kapal Tenggelam di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mengevakuasi Jenazah korban perahu tenggelam di Hutan Melintang, Malaysia, 3 September 2015. Puluhan orang masih hilang dalam tenggelamnya sebuah kapal yang membawa pekerja pendatang dari Indonesia di lepas pantai sebelah barat Malaysia. The Malaysian Maritime Enforcement Agency via AP

    Tim SAR mengevakuasi Jenazah korban perahu tenggelam di Hutan Melintang, Malaysia, 3 September 2015. Puluhan orang masih hilang dalam tenggelamnya sebuah kapal yang membawa pekerja pendatang dari Indonesia di lepas pantai sebelah barat Malaysia. The Malaysian Maritime Enforcement Agency via AP

    TEMPO.CO, Surabaya - Dua warga Kabupaten Pamekasan, Madura  selamat dalam musibah tenggelamnya kapal di perairan Sabak Bernam, Malaysia.

    Keduanya adalah Sunadi dan Imam. Sunadi merupakan anak laki-laki MD Tosan dan Imam menantu laki-laki Tosan.

    "Ada enam anggota keluarga MD Tosan dalam kapal itu," kata Abdul Aziz, keponakan Tosan di Pamekasan, pada Selasa, 8 September 2015.

    Jenazah Tosan dan istrinya, Sunariyeh sudah dipulangkan ke Pamekasan. Sementara dua anggota keluarga lainnya yaitu  Khosniyah dan Khotimah, belum ditemukan. 

    MD Tosan sudah dua tahun bekerja di Malaysia. Kepulangannya kali ini untuk menikahkan Sumiati, putri terakhirnya. Rencananya, pernikahan akan dilangsungkan pada 18 September 2015.

    Komunikasi terakhir dengan keluarga di Madura dilakukan pada Kamis pekan lalu. "Dia telepon bilang mau pulang, minta doanya supaya selamat,", kata Aziz.

    Perahu yang dinaiki WNI karam di Perairan Sabak Bernam, Selangor, Malaysia pada kedudukan 9 mil laut barat daya, Tanjung Sauh, pada Kamis, 3 September 2015.

    Perahu itu dinaiki sekitar 70 orang pendatang asal Indonesia yang diduga berangkat dari Kuala Sungai Bernam menuju Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

    KBRI Kuala Lumpur mendata 60 penumpang yang meninggal yang terdiri dari 33 laki-laki dan 26 perempuan. Sedangkan korban selamat masih berjumlah 20 orang

    Koordinator Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Dino Nurwahyudin, menjelaskan tujuh jenazah telah dipulangkan ke Indonesia pada Senin, 7 September 2015.  Sementara 8 jenazah lainnya masih dalam proses pengurusan dokumen dan diperkirakan dapat dipulangkan pada Selasa, 8  September 2015. 

    "Proses identifikasi jenazah terus berlangsung baik melalui identifikasi visual maupun identifikasi personal effect, " katanya dalam siaran pers KBRI Kuala Lumpur. Identifikasi melalui tes DNA juga telah dilakukan dengan mengambil sampel DNA keluarga oleh Tim DVI PDRM.

    KBRI Kuala Lumpur telah membentuk posko di empat titik untuk membantu keluarga korban dalam melakukan identifikasi jenazah. Yakni KBRI Kuala Lumpur, Hospital Ipoh. Hospital Teluk Intan dan Hospital Sabak Bernam.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH | UWD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.