Bom Bangkok: Seorang Tahanan Mengaku Miliki Bahan Peledak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salinan paspor atas nama Emrah Davutoglu dari Turki, yang disebut kepolisian Thailand sebagai tersangka pengeboman di Bangkok ditunjukkan pada 2 September 2015. REUTERS/THAI POLICE/HANDOUT VIA REUTERS

    Salinan paspor atas nama Emrah Davutoglu dari Turki, yang disebut kepolisian Thailand sebagai tersangka pengeboman di Bangkok ditunjukkan pada 2 September 2015. REUTERS/THAI POLICE/HANDOUT VIA REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu dari dua pria yang ditangkap karena diduga merupakan pelaku pengeboman mematikan di Bangkok bulan lalu dilaporkan telah mengaku memiliki bahan peledak. Hal ini disampaikan polisi Thailand, Senin, 7 September 2015.

    "Kami telah menginformasikan tuduhan kepadanya. Ia menyadari dan mengakui tuduhan itu," kata Prawut Thavornsiri, juru bicara kepolisian nasional, kepada wartawan.

    Hal itu, seperti dikutip Telegraph.co.uk, 7 September 2015, menjadi pengakuan pertama sejak ledakan bom pada 17 Agustus 2015 di kuil Erawan yang menewaskan 20 orang dan menyebabkan puluhan lain luka-luka.

    Telegraph tidak merinci laporan mengenai pria tersebut. Namun aparat menduga ia adalah warga asing, antara lain karena ditemukan beberapa paspor, termasuk paspor Turki, saat tempat tinggalnya digeledah.

    Selain ditemukan paspor, dalam penggeledahan di apartemennya di pinggiran Kota Bangkok pada 29 Agustus 2015, polisi menemukan beberapa bahan baku pembuatan bom.

    Bahan baku pembuatan bom itu antara lain bola besi berdiameter 0,5 sentimeter. Bola besi itu sama dengan yang ditemukan di lokasi pengeboman di Ratchaprasong dan dermaga Sathorn.

    TELEGRAPH.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.