Drone Pakistan Tewaskan 3 Pemberontak Taliban  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar ilustrasi Drone siluman 'Dark Sword' milik Tiongkok. Pesawat ini diduga masih menjalani uji coba rahasia sebelum siap beroperasi. popsci.com

    Gambar ilustrasi Drone siluman 'Dark Sword' milik Tiongkok. Pesawat ini diduga masih menjalani uji coba rahasia sebelum siap beroperasi. popsci.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pesawat tak berawak (drone) buatan Pakistan dilaporkan telah menewaskan sedikitnya tiga terduga anggota pemberontak Taliban.  Serangan ini dianggap sebagai penggunaan pertama pesawat pribumi dalam pertempuran, demikian rilis resmi militer Pakistan pada Senin 7 September 2015.

    Kepala juru bicara militer Pakistan, Mayor Jenderal Asim Bajwa mengatakan drone yang di negara itu dinamai 'Burraq' menyerang tempat persembunyian militan di Shawal Valley, yang telah lama dianggap menjadi kubu militan di perbatasan dengan Afghanistan.

    "Melukai kumpulan teroris di Lembah Shawal membunuh (tiga) teroris profil tinggi," kata Bajwa dalam sebuah posting Twitternya. Dia tidak mengatakan kapan serangan pesawat tak berawak itu terjadi atau memberikan rincian lain.

    Sementara itu, kelompok pemberontak telah mengidentifikasi satu dari tiga orang yang tewas dalam serangan Minggu malam itu sebagai Nizam Wazir, pemimpin faksi yang bersekutu dengan Taliban Pakistan. "Wazir akan dimakamkan pada Senin," kata mereka.

    Pasukan pemerintah Pakistan telah melancarkan serangan terhadap anggota Taliban Pakistan di daerah semi-otonom etnik Pashtun di sepanjang perbatasan Afghanistan sejak tahun lalu.

    Namun, penyebaran drone Pakistan tersebut, sebagaimana dilansir dari laman Trust.Org, 7 September 2015, dipercaya akan menimbulkan kompleksitas perdebatan sebab pemerintah Pakistan sebelumnya telah mengecam berbagai serangan drone AS terhadap gerilyawan selama beberapa dekade terakhir.

    Pemerintah Pakistan telah bertahun-tahun mengecam serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat di Pakistan sebagai pelanggaran kedaulatan. Walaupun, sebagaimana dikutip dari Trust.Org, ada kecurigaan bahwa pemerintah secara diam-diam memberikan lampu hijau pada beberapa serangan. Khususnya kepada para pemimpin Taliban Pakistan.

    Menurut sebuah Biro Investigasi Jurnalisme Independen berbasis di London, yang memonitor serangan melalui laporan berita, drone Amerika Serikat telah menewaskan lebih dari 2.400 orang di Pakistan sejak 2004,

    Serangan Amerika Serikat telah menimbulkan kemarahan mayoritas anggota masyarakat di Pakistan, memicu sentimen anti-AS dan kemarahan terhadap pemerintah Pakistan dipandang sebagai terlalu akomodatif terhaap tuntutan Amerika Serikat dalam perang terhadap kelompok militan.

    Pakistan diketahui berhasil menguji pesawat tak berawak Burraq untuk pertama kali pada Maret, yang oleh militer disebut "kampanye kekuatan multiplier anti-teror."

    Para pengamat mengatakan drone Pakistan terlihat sangat mirip drone dari sekutu dekat Pakistan, Cina.

    TRUST.ORG | MECHOS DE LAROCHA

    Baca juga:

    Ada Mafia, Rizal Ramli: Sistem Token Pulsa Listrik Kejam

    Ahok Wajibkan PNS Daftar Ulang Lewat Sistem Elektronik PUPNS

    Tiket Promo Kereta Api Baru Mulai Dijual 7-28 September


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.