Pengawal Soeharto Disebut Dalam Kasus Leslie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sydney: Dugaan penyogokan dalam kasus penggunaan ekstasi yang melibatkan Michelle Leslie dibenarkan pengacaranya, Ross Hill. Menurut dia, lebih dari $ 130 ribu telah dikirimkan ke Jakarta guna membantu membebaskan model pakaian dalam asal Australia itu.Hill mengaku memecat dua orang dari Jakarta, dan sejumlah pengacara, ketika ia mulai menangani kasus ini pada tiga pekan setelah Leslie ditangkap di Denpasar, Bali. Leslie belakangan dihukum tiga bulan penjara, atau sama dengan masa penahanannya, oleh Pengadilan Denpasar.Sabtu lalu, harian Sydney Morning Herald memberitakan bahwa adanya sogokan sebesar lebih dari $ 100 ribu. Ini merupakan bagian dari $ 600 ribu yang uang untuk pembebasan Leslie. Hill membenarkan bahwa sekitar $ 275 ribu uang itu disediakan oleh orang tua Lesle dengan menggadaikan rumah mereka.Uang sebesar $ 130 ribu yang dikirimkan ke Jakarta dan sejumlah pembayaran lainnya disediakan oleh pacar Leslie, Scott Sutton, dan keluarganya, pemilik sebuah gerai mobil. Hill menyatakan, ada kemungkinan uang itu digunakan untuk menyogok tapi ia mengaku tidak menyaksikannya."Yang bisa katakan adalah sejak saya menangani kasus ini dan memecat badut-badut dari Jakarta, tak ada suap yang saya bayar," kata Hill. Dua orang dari Jakarta itu direkrut oleh manajer dari gerai mobil milik Neil Sutton, setelah keduanya menjamin bisa segera membebaskan Leslie. Seorang di antaranya diyakini sebagai pengawal mantan Presiden Soeharto.Dua orang itu lalu terbang ke Bali, dan menekan pengacara lokal agar mengundurkan diri. "Mereka dibayar $135.730 oleh Suttons," kata Hill.Hill juga mengaku mendengar rumor bahwa seorang pejabat kepolisian Indonesia meminta $US 400 ribu guna meringankan tuduhan atas Leslie. Dikatakannya, dengan mengantongi dua butir ekstasi, Leslie sebenarnya bisa dijerat dengan hukuman maksimal 15 tahun. Herald

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.