Perahu Penyelundup Imigran Gelap Karam di Libya, 200 Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah imigran mendarat dari kapal serbu Inggris HMS Bulwark di pelabuhan Sisilia, Catania, Italia, 8 Juni 2015. Ribuan imigran gelap yang berusaha menyeberang ke Eropa diselamatkan setelah terombang-ambing di laut. REUTERS/Antonio Parrinello

    Sejumlah imigran mendarat dari kapal serbu Inggris HMS Bulwark di pelabuhan Sisilia, Catania, Italia, 8 Juni 2015. Ribuan imigran gelap yang berusaha menyeberang ke Eropa diselamatkan setelah terombang-ambing di laut. REUTERS/Antonio Parrinello

    TEMPO.CO, Tripoli-  Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi, dilaporkan karam di pesisir kota Zuwara di Libya. Diyakini insiden pada Kamis malam 27 Agustus 2015 ini, menyebabkan ratusan orang tewas.

    Seorang pejabat keamanan di Zuwara mengatakan, ketika berangkat ada sekitar 400 orang di dalam perahu yang karam itu.

    "Sekitar 200 imigran ilegal mungkin selamat, sisanya bisa saja telah meninggal dunia," katanya sambil menambahkan operasi penyelamatan sedang dilakukan.

    Petugas keamanan itu mengatakan, semua pendatang dalam perahu itu berasal dari negara Sahara Afrika, Pakistan, Suriah, Maroko dan Bangladesh.

    Seperti yang dilansir Reuters, pada 28 Agustus 2015, penjaga pantai Libya menyelamatkan sekitar 201 orang dari kecelakaan di laut lepas. Sekitar 147 orang di antaranya dibawa ke fasilitas penahanan bagi para migran ilegal di Sabratha, sebelah barat dari Tripoli.

    Seorang pejabat lain dan seorang wartawan dari Zuwara juga turut mengkonfirmasi berita tersebut tetapi mereka tidak memiliki informasi mengenai jumlah korban.

    Sementar itu, penjaga pantai Italia yang mengelola operasi penyelamatan Uni Eropa di lepas pantai Libya gagal dihubungi untuk mengkonfirmasi insiden kapal karam itu. Zuwara berada dekat perbatasan Tunisia.

    Kapal yang karam tersebut, rencananya akan menyeberang ke Italia. Laporan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyebutkan lebih 2.300 orang tewas selama tahun ini dalam upaya untuk pergi ke Eropa dengan perahu, dibandingkan 3,279 sepanjang tahun lalu.

    REUTERS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.