Mengaku Sebagai Yesus, Pria Bugil Serukan Pesan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. eharmony.com

    Ilustrasi. eharmony.com

    TEMPO.CO, California - Seorang pria yang muncul tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya telah mengaku sebagai Yesus Kristus. Kejadian itu tertangkap kamera saat ia sedang menyerbu melalui sebuah lorong apartemen dan menanyai orang-orang yang ketakutan melihatnya: apakah mereka layak untuk hidup.

    Dilansir dari laman Mirror, Kamis, 27 Agustus, pria tak dikenal, diduga berusia 30-an, tampak tengah berusaha menghancurkan jendela dengan tangan kosong sambil berteriak mengancam setiap orang yang lewat.

    Tangannya tampak berlumuran darah saat ia menghancurkan tiga jendela dengan tangannya.

    Mirror melaporkan bahwa dia kemudian beralih ke orang-orang yang menontonnya dan berteriak: "Bukankah ini hal terburuk yang pernah Anda liha?. Saya akan mati, Anda harus membantu saya hidup"

    "Siapa yang layak untuk hidup, yang layak untuk hidup? Apakah Anda percaya bahwa Anda layak untuk hidup?" ujarnya lagi.

    Dia kemudian memberitahu bahwa ia akan mati kehabisan darah sebelum video tersebut terputus.

    Video ini diambil di sebuah blok apartemen Cedar Towers di Long Beach, California.

    Seorang warga, Gabriela Di Sarli, mengatakan kepada Long Beach Post dan dikutip dari Mirror, dia mendengar orang itu berteriak-teriak bahwa ia adalah Yesus Kristus dan bisa membaca pikiran.

    Dan Marlene Arrona, juru bicara Departemen Kepolisian Long Beach mengatakan petugas telah menanggapi panggilan pada 03.00 pada Rabu, 26 Agustus 2015 atas laporan akan adanya seorang pria yang berteriak dan memecahkan kaca di halaman sebuah gedung apartemen.

    Petugas yang tiba di tempat kejadian telah menahan pria itu dan paramedis kemudian mengangkut pria itu ke rumah sakit. Investigasi sedang berlangsung dan tidak ada penangkapan dan penahanan yang telah dibuat, demikian laporan Mirror.

    MIRROR.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.