Bush Berniat Mengebom Al-Jazeera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London: Presiden Amerika George W. Bush pernah berniat untuk mengebom stasiun televisi Al-Jazeera. Demikian diberitakan harian Inggris, Daily Mirror, Selasa (2/11), mengutip memo Downing Street (kantor Perdana Menteri) yang berklasifikasi "Sangat Rahasia".Transkrip lima lembar itu berisi percakapan antara Bush dan Perdana Menteri Tony Blair, saat Blair berkunjung ke Gedung Putih, 16 April 2004. Isinya, mengungkapkan bahwa kedua pemimpin negara pernah membicarakan rencana penyerangan terhadap stasiun televisi berbasis di Doha, Qatar, itu.Dalam transkrip diketahui bahwa Bush mengungkapkan keinginannya untuk menyerang kantor pusat Al-Jazeera. Namun, Blair khawatir bahwa serangan di pusat bisnis Doha, ibukota Qatar, sekutu barat di Teluk Persia, akan memancing serangan balasan.Mirror, harian antiperang Irak, mengutip sumber di pemerintahan Inggris menilai ancaman Bush itu "lelucon, dan tidak serius." Namun, sumber lain menyatakan, "Memo itu akan menimbulkan kerusakan besar bagi Bush.""Dia (Bush) menjelaskan bahwa ia ingin mengebom Al-Jazeera di Qatar dan tempat lain. Blair menjawab bahwa itu akan menimbulkan masalah besar," kata sumber. "Tak ada keraguan sedikitpun terhadap apa yang akan dilakukan Bush, dan Blair tak ingin Bush melakukannya."Sumber lainnya menyatakan: "Bush sangat serius, juga Blair. Ini tampak jelas dari bahasa yang mereka gunakan."Juru bicara kantor Blair, Downing Street, menyatakan: "Tak ada yang bisa kami katakan tentang cerita itu. Kami tidak memberi komentar pada dokumen bocoran." Al-Jazeera dikenal sebagai stasiun yang kritis terhadap Barat, terutama invasi sekutu pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada Maret 2003. Stasiun ini pun menyiarkan pesan-pesan dari jaringan Al-Qaidah pimpinan Usamah bin Ladin, pesan penyandera di Irak, juga jatuhnya korban dari pihak sekutu dan masyarakat sipil. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.