Histeris Diputus Pacar, Wanita Ini Guling-guling di Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita berbaring di atas trotoar, usai menerima pesan dari kekasihnya. Mirror.co.uk

    Seorang wanita berbaring di atas trotoar, usai menerima pesan dari kekasihnya. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Hong Kong - Seorang wanita di Cina menjadi buah bibir di ranah media sosial negara tersebut setelah tertangkap kamera mengamuk sembari menjatuhkan diri dan berguling-guling di jalanan umum.

    Mirror melaporkan, "Wanita itu berbaring di lantai dan berteriak setelah menyadari pasangannya tidak lagi ingin menjalin hubungan dengan dia," 18 Agustus 2015.

    Baca:
    JK Damprat Rizal di Depan Presiden, Jokowi Pilih Siapa?

    Baca:
    EKSKLUSIF: Rizal Ramli Blak-blakan Soal JK dan Jokowi

    Wanita 24 tahun yang tak disebutkan namanya itu dilaporkan mendapat kabar dari pasangannya bahwa hubungan mereka yang telah berjalan selama beberapa tahun harus berhenti saat itu.

    Terkejut dan tidak siap mendengar kabar menyakitkan itu, wanita yang saat itu sedang berjalan di Distrik Tsim Sha Tsui, Hong Kong, tersebut melemparkan diri ke aspal dan mulai berteriak kepada orang yang lewat.

    Wanita itu tetap tak beranjak dari tanah selama lebih dari sejam saat pejalan kaki yang bingung berusaha membantu membangunkannya.

    Awalnya, dengan kondisi mulai tenang, wanita tersebut setuju bangkit dan berjalan dengan digandeng tangannya oleh dua pejalan kaki. Tapi, tidak lama kemudian, ia kembali menjatuhkan diri ke aspal dan histeris.

    Akhirnya, kejadian lucu sekaligus memilukan tersebut berhasil diatasi setelah polisi dan paramedis tiba di tempat kejadian. Mereka langsung membawa wanita itu pergi dengan usungan.

    MIRROR.CO.UK | MECHOS DE LAROCHA

    Berita Menarik
    Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh
    Ini Rahasia SPG Cantik di IIMS 2015: Biasa Kerja di Jalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.