Ledakan Bom Bangkok, 23 Negara Keluarkan Travel Advisory

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas dan relawan berada dilokasi kejadian ledakan bom disebuah toko di Bangkok, Thailand (2/4). Pekerja di toko sengaja meledakkan bom besar diyakini seperti bom Perang Dunia II, sehingga menewaskan sedikitnya 7 orang dan 19 luka-luka. AP/Apichart Weerawong

    Petugas dan relawan berada dilokasi kejadian ledakan bom disebuah toko di Bangkok, Thailand (2/4). Pekerja di toko sengaja meledakkan bom besar diyakini seperti bom Perang Dunia II, sehingga menewaskan sedikitnya 7 orang dan 19 luka-luka. AP/Apichart Weerawong

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 23 negara mengeluarkan travel advisory atau saran untuk berhati-hati atau bahkan tidak mengunjungi Thailand, merespons insiden ledakan bom di Kuil Hindu Erawan, Bangkok, Thailand, Senin malam, 17 Agustus 2015. Sehari kemudian disusul bom di sebuah dermaga di kota yang sama. Sebanyak 19 orang tewas dan 123 orang terluka akibat bom yang diduga diletakkan di dekat pagar Kuil Erawan itu.

    Baca: Pasca-Ledakan Bom Bangkok, Ini Testimoni Mahasiswa Indonesia

    Dilansir dari Bangkok Post, Selasa, 18 Agustus 2015, Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan 12 negara mengeluarkan travel advisory tingkat dua yang meminta warga negaranya untuk ekstra hati-hati.

    Dua belas negara itu adalah Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Swedia, Swiss, Taiwan dan Amerika Serikat.

    Sembilan negara mengeluarkan peringatan lebih tinggi tingkat tiga, yaitu Australia, Kanada, Tiongkok, Jerman, Italia, Irlandia, Selandia Baru, Rusia dan Inggris.

    Hanya Hong Kong yang mengeluarkan larangan berkunjung ke Thailand atau peringatan tingkat empat, sedangkan Belanda hanya mengeluarkan peringatan tingkat satu. Kebanyakan negara hanya menyarankan untuk berhat-hati selama di Thailand dan bukan menghindari berkunjung ke negeri ini.

    Indonesia tidak mengeluarkan travel advisory. Namun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Thailand sudah meminta agar warga negara Indonesia di sana tetap waspada.

    Berdasarkan data yang diterimanya, dalam kejadian itu sepasang WNI menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka adalah Hermawan Indradjaja dan istrinya, Lioe Lie Tjing. Hendrawan saat ini dirawat di Rumah Sakit Huai Chiew, Bangkok. Sementara istrinya tewas dan jenazahnya berada di rumah sakit polisi setempat. ''Satu orang luka-luka, semoga tak bertambah,'' kata Retno usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Kepala Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Bangkok Subandrio mengatakan warga Indonesia itu tengah beribadah di kuil Hindu Erawan saat bom meledak di Rachaprasong Intersection, Bangkok, pukul 18.55 waktu setempat.

    "Korban sedang beribadah di kuil, sedangkan anaknya sedang jalan-jalan ke mal, jadi mereka selamat," kata Subandrio saat dihubungi Tempo, Selasa, 18 Agustus 2015.

    ANTARA | FAIZ NASHRILLAH | PUTRI ADITYOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.