2 WNI Jadi Korban Bom di Bangkok: Istri Tewas, Suami Luka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepeda motor yang hancur akibat ledakan bom berserakan di pusat kota Bangkok, Thailand, 17 Agustus 2015. Sebuah ledakan besar mengguncang Bangkok saat jam sibuk, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 25 lainnya. AP/Mark Baker

    Sepeda motor yang hancur akibat ledakan bom berserakan di pusat kota Bangkok, Thailand, 17 Agustus 2015. Sebuah ledakan besar mengguncang Bangkok saat jam sibuk, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 25 lainnya. AP/Mark Baker

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir memastikan dua warga negara Indonesia menjadi korban dalam ledakan bom di Bangkok. Kedua orang itu merupakan suami-istri.

    "Kami sudah konfirmasi bahwa satu orang meninggal dan satu sedang dirawat di ICU," ujar Arrmanatha melalui telepon, Selasa, 18 Agustus 2015.

    Korban tewas, berinisial LLT, ditemukan di rumah sakit polisi Bangkok. Sementara itu, suami LLT yang berinisial HI saat ini masih dirawat di RS Huai Chiew. Arrmanatha mengatakan keduanya berada di lokasi pengeboman, kemungkinan untuk tujuan wisata.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, kata Arrmanatha, terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk mencari tahu kemungkinan adanya korban WNI lain.

    Ledakan besar terjadi di Rachaprasong Intersection, Bangkok, pada pukul 18.55 waktu Bangkok, Senin, 17 Agustus 2015. Lokasi ledakan sangat dekat dengan Erawan Shrine yang merupakan salah satu tujuan utama wisatawan domestik dan asing di Bangkok.

    Baca: Bom yang Meledak di Bangkok Berjenis Bom Pipa

    Pemerintah Thailand hingga saat ini belum merilis secara resmi jumlah korban luka dan tewas. Namun berdasarkan informasi sementara di media setempat, jumlah korban tewas mencapai 19 orang dan korban luka 111 orang yang tersebar di 17 rumah sakit. Sebagian besar korban adalah warga Thailand, Tiongkok, dan Taiwan.

    Pemerintah Thailand hingga saat ini juga belum mengkonfirmasi apa jenis bom dan siapa pelakunya. Informasi awal dari Royal Thai Police menyebutkan kemungkinan bom dari jenis Improvised Explosive Device (IED) yang dimasukkan ke dalam PVC dan dibungkus dengan kain putih. Bom diletakkan di dekat pagar Erawan Shrine.

    Baca: KBRI Bangkok Imbau WNI Tak Dekati Area Ledakan Bom  

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.