Bom Bunuh Diri Tewaskan Menteri Dalam Negeri Pakistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi terlibat baku tembak dengan militan bersenjata di kantor polisi di Dinanagar, Punjab, India, 27 Juli 2015. Pihak berwenang mengatakan para penyerang itu adalah anggota kelompok militan yang berbasis di Pakistan. REUTERS/Munish Sharma

    Polisi terlibat baku tembak dengan militan bersenjata di kantor polisi di Dinanagar, Punjab, India, 27 Juli 2015. Pihak berwenang mengatakan para penyerang itu adalah anggota kelompok militan yang berbasis di Pakistan. REUTERS/Munish Sharma

    TEMPO.CO, Islamabad - Menteri Dalam Negeri Pakistan Shuja Khanzada tewas dalam serangan bom bunuh diri di negara tersebut.

    Juru bicara kepolisian mengatakan, selain Khanzada, 15 orang lain tewas dalam serangan di kantor Khanzada di Provinsi Attock, sekitar 80 kilometer dari ibu kota Pakistan, Islamabad.

    Menteri Khanzada, 71 tahun, terperangkap bersama beberapa orang lain di bawah reruntuhan setelah ledakan meruntuhkan atap bangunan di Desa Shadi Khan. Juru bicara tersebut juga menuturkan dua polisi ikut menjadi korban tewas.

    Kepala Kepolisian Provinsi Attock, Mushtaq Sukhera, 23 orang terluka dan telah dibawa ke rumah sakit. Adapun tubuh pelaku bom bunuh diri telah ditemukan.

    "Ada dua pelaku bom bunuh diri: satu berdiri di luar dinding batas serta yang kedua masuk ke dalam dan berdiri di depan menteri," ujar Sukhera.

    "Ledakan yang dilakukan telah menghancurkan dinding bangunan, yang menyebabkan atap jatuh menimpa menteri dan orang-orang yang berkumpul di sana."

    Khanzada dianggap sebagai individu yang bertanggung jawab atas kampanye anti-terorisme di wilayah terbesar Pakistan.

    Mengutip laporan ABC News pada 16 Agustus 2015, kelompok militan Sunni yang merupakan jaringan Al Qaeda mengaku melakukan serangan tersebut.

    Lashkar-e-Jhangvi menyatakan serangan ini adalah sebagai respons terhadap pembunuhan pemimpinnya, Malik Ishaq, bulan lalu. Saat itu Khanzada dilaporkan bertemu dengan pendukung di kampung halamannya di Attock.

    ABC NEWS | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.