Bayi Malang, Disergap dengan Pisau, Terancam Lumpuh & Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    Ilustrasi bayi. dailyalternative.co.uk

    TEMPO.CO, Ho Chi Minh - Seorang bayi berusia sebelas hari sekarat setelah ditikam di kepala oleh seorang pasien di sebuah rumah sakit di Vietnam. Menurut laporan Mirror, Rabu, 12 Agustus 2015, pisau sepanjang 12 inci ditemukan melekat di kepala bayi yang sedang tidur bersama ibunya saat kejadian.

    Ibu si bayi, Vo Thi Hong Duyen, 32 tahun, mengklaim pasien berusia 51 tahun yang berbagi kamar perawatan menyerang bayinya yang dirawat karena pneumonia. "Dia melompat ke arah saya dan kami berjuang. Lantas saya dengar suara jeritan," kata Vo mengenang kejadian 8 Agustus 2015, pukul 03.40 waktu setempat.

    Pasien tersebut, Thi Van, didakwa menikam bayi di kepala sebelum ditahan karyawan rumah sakit. Tidak jelas apa motif dari serangan tersebut. Polisi kini tengah menangani laporan tersebut. Bayi malang itu dipindahkan ke Rumah Sakit Anak Ho Chi Minh saat dokter melakukan operasi tiga jam untuk menyelamatkan nyawanya.

    "Karena posisi pisau tersebut yang berada di dalam otak, bayi itu kemungkinan akan lumpuh, mengalami masalah pada pernafasan, atau kemungkinan mati setelah menjalani operasi," kata asisten direktur rumah sakit Dao Trung Hieu.

    Menurut dia, pisau tersebut ditikam di mata kiri bayi. "Apa yang paling mengkhawatirkan adalah risiko setelah operasi seperti pendarahan atau infeksi yang berlanjut hingga ke otak," ujar Dao. Thi Van kini berada dalam tahanan polisi.

    MIRROR.CO.UK | YON DEMA

    Berita Menarik Lainnya

    Puan Selamat dari Reshuffle, Analis: Kan Anak Mega!

    RESHUFFLE KABINET: Pram Masuk, Tapi Mega Gagal Gusur Rini?
    Razia di Kos, 7 Wanita Cantik Ini Ternyata Doyan Narkoba


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.